LESTARIKAN KEARIFAN LOKAL, BABINSA HADIRI TRADISI NYADRANAN DAN BERSAMA WARGA PERERAT SILATURAHMI

banner 468x60

NGANJUK – Tradisi Bersih Desa atau Nyadranan kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat dalam menjaga kelestarian budaya sekaligus mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan antarwarga. Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Koramil 0810/10 Tanjunganom, Kopka M. Eka Prastiana, turut hadir dan berbaur bersama masyarakat di wilayah binaannya, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan Bersih Dusun (Nyadranan) dilaksanakan dengan penuh khidmat dan diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga warga setempat. Tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat sekaligus sarana untuk menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan.

banner 336x280

Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan TNI AD terhadap pelestarian adat dan budaya yang berkembang di tengah masyarakat.

Kopka M. Eka Prastiana menyampaikan bahwa Nyadranan bukan hanya sekadar kegiatan budaya yang dilakukan secara turun-temurun, tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang relevan untuk terus dipertahankan, khususnya semangat gotong royong, kebersamaan dan kepedulian sosial.

“Tradisi Nyadranan merupakan warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Selain menjadi bentuk penghormatan kepada leluhur, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, menumbuhkan rasa syukur dan memperkuat persatuan warga,” ujarnya.

Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial. Melalui interaksi langsung dengan warga, Babinsa dapat membangun komunikasi serta hubungan emosional yang semakin erat antara TNI dan masyarakat.

“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat. Dengan komunikasi dan silaturahmi yang baik, berbagai persoalan di lingkungan dapat dibicarakan dan diselesaikan secara bersama-sama,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan Nyadranan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan ziarah makam leluhur serta berbagai kegiatan lain yang telah menjadi bagian dari tradisi masyarakat setempat.

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Warga mengikuti seluruh rangkaian acara dengan antusias, tertib dan penuh kebersamaan.

Tradisi Nyadranan tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang dan menghormati para leluhur, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat hubungan sosial serta menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat gotong royong, persatuan, kepedulian sosial dan kecintaan terhadap budaya lokal dapat terus tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Kehadiran Babinsa bersama masyarakat sekaligus menjadi wujud nyata komitmen TNI AD dalam membangun kedekatan dengan warga serta menjaga keharmonisan dan ketahanan sosial di wilayah binaan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *