NGANJUK – Terik matahari dan kedalaman tanah hingga belasan meter tak menyurutkan semangat personel TNI bersama masyarakat dalam memperjuangkan ketersediaan air bersih bagi warga. Melalui semangat gotong royong, proses penggalian sumur di Titik 10, kediaman Ibu Ratemi, Dusun Semanding, Desa Tempuran, RT/RW 007/002, Kabupaten Nganjuk, terus dikerjakan hingga mencapai kedalaman 12 meter.
Penggalian sumur tersebut menjadi salah satu wujud nyata kepedulian TNI AD terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya ketersediaan sumber air yang sangat dibutuhkan untuk menunjang kehidupan sehari-hari.
Sejak proses penggalian dimulai, personel TNI bersama warga bahu-membahu mengerjakan sumur secara manual. Tanah demi tanah dikeluarkan dari dalam lubang menggunakan peralatan sederhana dan sistem katrol tradisional. Meski kondisi medan cukup berat, semangat para prajurit dan masyarakat tidak terlihat surut.
MENEMBUS 12 METER, PERJUANGAN BELUM BERAKHIR
Memasuki kedalaman 12 meter, perjuangan mendapatkan sumber air semakin membutuhkan tenaga, ketelitian dan kehati-hatian. Personel yang berada di sekitar lubang sumur harus bekerja secara bergantian, sementara material hasil galian diangkat ke permukaan menggunakan tali dan katrol.
Setiap ember berisi tanah yang berhasil diangkat dari dasar sumur menjadi bagian dari perjuangan panjang untuk mendapatkan sumber air yang nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima.
Suasana gotong royong begitu terasa. Warga tidak hanya menyaksikan proses pembangunan, tetapi ikut membantu berbagai pekerjaan di sekitar lokasi. Ada yang menyiapkan material, mengangkut tanah hasil galian, hingga membantu memastikan proses pekerjaan berjalan dengan baik.
Kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas dasar masyarakat tidak selalu berbicara tentang pembangunan fisik semata. Di balik sebuah sumur terdapat perjuangan, kebersamaan dan harapan masyarakat untuk mendapatkan sumber air yang lebih mudah dan layak.
TNI HADIR DI TENGAH KESULITAN WARGA
Bagi masyarakat di wilayah pedesaan, keberadaan sumber air memiliki arti yang sangat penting. Air digunakan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Karena itu, penggalian sumur di rumah Ibu Ratemi menjadi momentum yang memiliki nilai sosial cukup besar. Kedalaman yang telah mencapai 12 meter menjadi bukti bahwa upaya mendapatkan sumber air dilakukan dengan penuh kesungguhan.
Kehadiran prajurit TNI AD dalam kegiatan tersebut juga menjadi wujud pelaksanaan pembinaan teritorial, yakni membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus membantu mengatasi kesulitan yang dihadapi warga di wilayah binaan.
Melalui semangat “dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat”, TNI bersama masyarakat terus menjaga budaya gotong royong sebagai kekuatan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan.
DANDIM: SETIAP METER KEDALAMAN ADALAH HARAPAN BAGI WARGA
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menyampaikan apresiasi terhadap semangat personel dan masyarakat yang terus bekerja bersama dalam proses pembangunan sumur tersebut.
“Kedalaman 12 meter bukanlah pekerjaan yang ringan. Di setiap meter yang digali ada tenaga, perjuangan dan harapan masyarakat untuk mendapatkan sumber air. Inilah semangat gotong royong yang harus terus kita jaga,” ujar Dandim.
Menurutnya, program pembangunan sumur tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima, terutama dalam memenuhi kebutuhan air untuk kehidupan sehari-hari.
“TNI akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat, khususnya ketika warga membutuhkan. Apa yang kami lakukan bersama masyarakat hari ini bukan hanya membangun sebuah sumur, tetapi juga membangun harapan dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Dandim juga mengingatkan seluruh personel yang terlibat agar senantiasa mengutamakan faktor keselamatan selama proses penggalian, mengingat pekerjaan dilakukan hingga kedalaman belasan meter.
DARI KEDALAMAN 12 METER, TERSIMPAN HARAPAN
Penggalian sumur di Titik 10 tersebut menjadi gambaran nyata bagaimana kebutuhan air mampu menyatukan TNI dan masyarakat dalam sebuah perjuangan bersama.
Di tengah panasnya cuaca dan beratnya pekerjaan, tangan-tangan prajurit dan warga terus bergerak. Tanah digali, diangkat, kemudian dikeluarkan sedikit demi sedikit dari dasar sumur.
Kedalaman 12 meter bukan sekadar angka. Di baliknya ada perjuangan untuk menghadirkan air, ada harapan sebuah keluarga, dan ada semangat gotong royong yang terus menyala.
Melalui kegiatan tersebut, TNI AD bersama masyarakat membuktikan bahwa ketika dikerjakan secara bersama-sama, pekerjaan berat sekalipun dapat dilalui dengan semangat kebersamaan demi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.














