NGANJUK – Kebakaran melanda sebuah gudang penggilingan padi dan tempat penyimpanan sekam milik Satimino (58) di Dusun Dukuh, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Peristiwa tersebut diduga dipicu oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik yang kemudian menyebabkan api membesar dan membakar material yang mudah terbakar di dalam gudang.
Kebakaran terjadi pada malam hari sekitar pukul 23.00 WIB. Berdasarkan keterangan awal di lokasi kejadian, api bermula dari adanya hubungan arus pendek pada instalasi kabel listrik yang menimbulkan percikan api.
Percikan tersebut kemudian merambat pada bagian kabel dan jatuh mengenai tumpukan sekam padi yang berada di bawahnya. Karena sekam padi merupakan material yang mudah terbakar, api dengan cepat membesar dan mengancam bagian gudang penggilingan.
PENJAGA GUDANG TERIAK MINTA BANTUAN
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh Agus Setiawan (36), selaku penjaga gudang. Mengetahui adanya api yang mulai membesar, ia langsung berteriak meminta bantuan warga di sekitar lokasi.
Warga kemudian berdatangan untuk membantu melakukan upaya pemadaman awal secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Di tengah upaya warga mengendalikan api, Agus Setiawan juga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Galih Oktavia W H (29), anak dari pemilik gudang penggilingan.
Selanjutnya, laporan kebakaran diteruskan kepada Call Center Pemadam Kebakaran Pos Tanjunganom untuk meminta bantuan penanganan.
DAMKAR TIBA DAN LANGSUNG LAKUKAN PEMADAMAN
Tidak berselang lama, sekitar pukul 23.20 WIB, satu unit mobil Pemadam Kebakaran dari Pos Tanjunganom tiba di lokasi kejadian.
Petugas Damkar langsung melakukan pemadaman dan pengendalian api yang membakar bagian gudang serta tumpukan sekam padi.
Proses pemadaman berlangsung dengan penuh kehati-hatian mengingat material sekam padi memiliki potensi mudah terbakar dan dapat menyimpan bara api. Petugas terus melakukan penyemprotan pada titik api untuk mencegah kebakaran kembali membesar.
Berkat kerja keras petugas Damkar yang dibantu masyarakat, sekitar pukul 00.15 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan.
Petugas kemudian melakukan pengecekan dan memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Setelah seluruh proses pemadaman dan pengamanan selesai dilakukan, sekitar pukul 00.40 WIB, Tim Pemadam Kebakaran Pos Tanjunganom meninggalkan lokasi.
TIDAK ADA KORBAN JIWA, KERUGIAN CAPAI RP50 JUTA
Akibat kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka.
Namun demikian, pemilik gudang, Satimino (58), mengalami kerugian materiil yang diperkirakan mencapai kurang lebih Rp50 juta.
Kerugian tersebut diakibatkan oleh kerusakan pada bagian gudang penggilingan padi serta material dan tumpukan sekam padi yang terbakar.
Saat ini situasi di lokasi kejadian telah kembali aman dan kondusif setelah petugas memastikan api benar-benar padam.
DANDIM 0810/NGANJUK INGATKAN PENTINGNYA PENGECEKAN INSTALASI LISTRIK
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut dan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran akibat gangguan instalasi listrik.
“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami warga. Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu memastikan kondisi instalasi listrik dalam keadaan baik dan aman, khususnya pada bangunan yang menyimpan material mudah terbakar,” ujar Dandim.
Menurutnya, pemeriksaan instalasi listrik secara berkala sangat penting dilakukan untuk mengurangi risiko hubungan arus pendek yang dapat memicu kebakaran.
“Apabila ditemukan kabel yang sudah rusak, terkelupas atau instalasi yang tidak layak, sebaiknya segera diperbaiki. Jangan sampai hal kecil yang sebenarnya dapat dicegah justru menimbulkan kerugian yang lebih besar,” tegasnya.
Dandim juga mengapresiasi kesigapan penjaga gudang dan warga sekitar yang segera melakukan upaya pemadaman awal serta melaporkan kejadian kepada petugas Damkar.
“Kecepatan dalam memberikan informasi dan tindakan awal sangat membantu mencegah api semakin meluas. Sinergi masyarakat dengan petugas di lapangan menjadi bagian penting dalam penanganan keadaan darurat,” tambahnya.
SINERGI DAN KESIGAPAN CEGAH KEBAKARAN MELUAS
Peristiwa tersebut kembali menunjukkan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran, terutama pada lokasi usaha yang menyimpan bahan-bahan mudah terbakar seperti sekam, jerami dan hasil pertanian lainnya.
Respons cepat warga, penjaga gudang dan petugas Pemadam Kebakaran berhasil mengendalikan situasi sebelum api menimbulkan dampak yang lebih besar.
Masyarakat diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan, memastikan instalasi listrik tetap layak dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan sumber api di sekitar material mudah terbakar.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Api berhasil dipadamkan dan situasi di Dusun Dukuh, Desa Sugihwaras, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, kembali aman dan kondusif.














