NGANJUK – Kepanikan sempat terjadi di ruas Jalan Tol Nganjuk KM 648, Desa Pehserut, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, setelah sebuah kendaraan roda empat (R4) jenis pickup dengan nomor polisi G xxxx X terbakar hebat, Selasa (1/9/2026).
Kendaraan tersebut dikemudikan oleh Ajis (21), warga Kabupaten Tegal, yang saat itu dalam perjalanan dari Sidoarjo menuju Kota Tegal. Pickup tersebut membawa muatan berupa alat kincir air untuk tambak.
Peristiwa bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Saat kendaraan melaju di ruas Tol Nganjuk, pengemudi tiba-tiba melihat percikan api yang berasal dari bagian belakang kendaraan. Menyadari adanya kondisi berbahaya, pengemudi segera menghentikan kendaraan di tepi jalan tol.
Namun, api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian kendaraan serta sebagian rumpun bambu di sekitar lokasi. Pengemudi bersama seorang rekannya, Anggi (20), warga Kota Tegal, kemudian berupaya menyelamatkan diri dan menghubungi petugas Tol Nganjuk.
Mendapat laporan tersebut, informasi kejadian selanjutnya diteruskan kepada Polsek Sukomoro dan Koramil 0810/16 Sukomoro untuk dilakukan penanganan bersama unsur terkait.
Sekitar pukul 13.30 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Tol Nganjuk tiba di lokasi. Petugas langsung bergerak cepat melakukan pemadaman guna mencegah api semakin membesar dan merambat ke lingkungan sekitar.
Setelah dilakukan upaya pemadaman selama kurang lebih satu jam, sekitar pukul 14.30 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Dari informasi sementara, kebakaran kendaraan tersebut diduga disebabkan oleh korsleting atau hubungan arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti kejadian masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut dari pihak yang berwenang.
Akibat kejadian tersebut, Ajis mengalami rasa panas pada tubuh namun dalam kondisi sadar, sedangkan Anggi mengalami luka ringan dan juga dalam kondisi sadar. Keduanya mendapatkan penanganan medis dari petugas Jalan Tol Nganjuk.
Sementara itu, kerugian materiil berupa satu unit kendaraan pickup mengalami kerusakan berat akibat terbakar, serta sebagian rumpun bambu di sekitar lokasi turut terdampak kobaran api.
DANDIM: UTAMAKAN KESELAMATAN DAN RESPONS CEPAT
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menyampaikan bahwa setiap kejadian yang berpotensi membahayakan masyarakat harus mendapatkan respons cepat dan terkoordinasi.
“Yang paling utama dalam setiap kejadian adalah keselamatan jiwa. Kami mengapresiasi respons cepat seluruh unsur di lapangan, sehingga kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas,” ujarnya.
Dandim juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat, khususnya para pengemudi, terhadap kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh.
“Pemeriksaan kendaraan sebelum perjalanan sangat penting, terutama sistem kelistrikan, bahan bakar, ban dan komponen lainnya. Apabila selama perjalanan muncul tanda-tanda tidak normal seperti bau terbakar atau percikan api, segera hentikan kendaraan di tempat yang aman dan hubungi petugas,” tambahnya.
Ia menegaskan bahwa jajaran Kodim 0810/Nganjuk akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak dalam membantu penanganan kejadian di wilayah, khususnya yang menyangkut keselamatan masyarakat.
“Sinergi dan kecepatan dalam bertindak sangat diperlukan. Dengan koordinasi yang baik, setiap potensi bahaya dapat segera dikendalikan dan dampaknya dapat diminimalkan,” pungkas Dandim.




















