NGANJUK – Kebakaran hutan terjadi di kawasan Petak 55 RPH Salamjudeg, BKPH Pace, Kabupaten Nganjuk. Kebakaran tersebut diperkirakan melanda area seluas kurang lebih 2 hektare. Hingga saat ini, api masih belum sepenuhnya padam dan terus dilakukan pemantauan serta upaya penanganan oleh petugas gabungan bersama masyarakat.
Berdasarkan informasi awal yang diterima dari petugas patroli rutin, titik api diketahui berada di kawasan tanaman hutan lindung yang terindikasi masuk wilayah KHDPK. Lokasi kebakaran berada di kawasan lereng Gunung Gede, dengan kondisi medan yang cukup curam, berada di atas bukit dan relatif jauh sehingga menyulitkan proses penanganan secara langsung.
Data lokasi kejadian berada di Petak 55 RPH Salamjudeg, BKPH Pace, dengan luas baku kawasan sekitar 46,7 hektare. Jenis tanaman yang berada di kawasan tersebut merupakan RBC, sedangkan kelas hutannya merupakan Hutan Lindung (HL).
Material yang terbakar sementara diketahui berupa serasah, ranting, daun, rumput, ilalang serta tanaman RBC yang berada di sekitar lokasi titik api.
API BERGERAK MENGARAH KE PETAK LAIN
Kondisi angin yang cukup kencang menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam penanganan kebakaran. Berdasarkan pemantauan sementara, arah api diperkirakan bergerak menuju Petak 59 dan Petak 67 wilayah Bajulan, Loceret.
Petugas juga mengantisipasi kemungkinan rambatan api menuju kawasan Petak 48A Gajah Mungkur. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena apabila api terus meluas dan dipengaruhi angin kencang, kebakaran berpotensi menjalar ke wilayah yang lebih luas.
Karena kondisi medan yang berada di lereng dan bukit dengan tingkat kemiringan cukup curam, petugas melakukan pemantauan secara hati-hati sambil menentukan langkah penanganan yang paling aman dan efektif.
Selain melakukan pengecekan lokasi, petugas juga berkoordinasi dengan perangkat desa, instansi terkait serta masyarakat sekitar guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran.
PETUGAS GABUNGAN TURUN MELAKUKAN PEMANTAUAN
Dalam kegiatan penanganan dan pemantauan kebakaran hutan tersebut, turut hadir unsur Asper, KRPH beserta jajaran sebanyak tiga orang, personel TNI satu orang, personel Polri satu orang, BPBD serta masyarakat Salamjudeg.
Kehadiran personel gabungan tersebut merupakan bentuk sinergi dalam menghadapi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan, sekaligus memastikan kondisi di sekitar lokasi tetap aman dan terkendali.
Petugas juga memberikan imbauan kepada para pengelola maupun pendaki yang berada di kawasan Argokelono agar segera turun dari lokasi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap kemungkinan perubahan arah rambatan api akibat kondisi angin yang cukup kencang.
Masyarakat sekitar juga diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan api di kawasan hutan.
DIDUGA AKIBAT ULah TANGAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB
Terkait penyebab kebakaran, sementara ini api diperkirakan berasal dari ulah tangan yang tidak bertanggung jawab. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pendalaman dan pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak terkait.
Petugas terus melakukan pengecekan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api baru yang dapat memicu meluasnya kebakaran.
Hingga laporan terakhir, tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian personel dan materiil yang dilaporkan. Situasi di wilayah sekitar kejadian secara umum masih aman dan terkendali, meskipun api di lokasi kebakaran belum sepenuhnya padam.
DANDIM 0810/NGANJUK: UTAMAKAN KESELAMATAN PERSONEL DAN CEGAH API MELUAS
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menyampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan harus dilakukan secara terpadu dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
“Medan yang dihadapi cukup berat karena lokasi berada di lereng dan kawasan bukit yang curam. Yang paling utama adalah keselamatan personel. Namun demikian, pemantauan harus terus dilakukan dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait harus diperkuat agar api tidak semakin meluas,” tegas Dandim.
Dandim juga meminta seluruh pihak, termasuk masyarakat dan para pendaki, untuk meningkatkan kewaspadaan selama berada di kawasan hutan, khususnya pada kondisi cuaca panas dan angin kencang.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan. Sekecil apa pun sumber api, di musim kering dan kondisi angin kencang dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” lanjutnya.
KOORDINASI TERUS DILAKUKAN
Langkah-langkah yang telah dilakukan meliputi pengecekan lokasi kejadian, pemantauan perkembangan titik api, koordinasi dengan perangkat desa dan instansi terkait, serta pelibatan masyarakat setempat dalam upaya penanganan.
Petugas juga terus memantau arah pergerakan api untuk mengantisipasi kemungkinan menjalar ke petak lainnya.
Penanganan kebakaran sampai saat ini masih berlangsung. Petugas gabungan berupaya melakukan langkah pemadaman dan pengendalian sesuai kondisi medan serta tetap memperhatikan faktor keselamatan.
Kodim 0810/Nganjuk bersama unsur terkait akan terus memonitor perkembangan situasi di lapangan. Masyarakat di sekitar kawasan hutan juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau asap yang mencurigakan agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
Situasi terakhir: aman dan terkendali, namun api di Petak 55 RPH Salamjudeg masih dalam pemantauan dan upaya pemadaman.




















