Nganjuk – Semangat gotong royong terus mewarnai pembangunan Masjid Al Husayn yang berada di Dukuh Bogorjo, Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Pembangunan sarana ibadah tersebut hingga saat ini telah mencapai progres 37,5 persen dan terus dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur di wilayah.
Pelaksanaan pembangunan di lapangan berada di bawah koordinasi Bapak Untung selaku penanggung jawab pelaksana lapangan. Dalam prosesnya, pembangunan tidak hanya mengandalkan tenaga pekerja, tetapi juga mendapat dukungan dari personel TNI, perangkat desa serta masyarakat yang secara bersama-sama turut membantu pelaksanaan pekerjaan.
Pada tahapan pekerjaan kali ini, kegiatan difokuskan pada pemasangan dinding bata hebel dan pemasangan balok gantung. Kedua pekerjaan tersebut menjadi bagian penting dalam perkembangan konstruksi bangunan, khususnya dalam membentuk dinding sekaligus memperkuat bagian struktur bangunan masjid.
Pemasangan dinding bata hebel dilaksanakan secara bertahap dengan memperhatikan kerapian dan posisi pasangan dinding agar nantinya dapat menunjang proses pembangunan pada tahap berikutnya. Sementara pemasangan balok gantung juga terus dikerjakan sebagai bagian dari struktur bangunan yang nantinya mendukung konstruksi secara keseluruhan.
Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, sebanyak 19 orang personel terlibat secara langsung. Mereka terdiri dari 2 orang personel TNI, 1 orang perangkat desa, 6 orang tukang/kuli, dan 10 orang masyarakat.
Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan tersebut menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap pembangunan fasilitas keagamaan di lingkungannya. Masyarakat secara sukarela turut memberikan tenaga dan membantu pekerjaan sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Bagi TNI, keterlibatan dalam kegiatan pembangunan di wilayah merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, personel TNI dapat hadir secara langsung di tengah-tengah masyarakat sekaligus membantu mendorong percepatan pembangunan yang memiliki manfaat bagi kepentingan bersama.
Selain membantu proses pekerjaan fisik, kehadiran personel TNI juga menjadi sarana untuk mempererat komunikasi dan hubungan sosial dengan masyarakat. Interaksi yang terbangun selama kegiatan gotong royong menjadi bagian dari pembinaan teritorial serta upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Pembangunan Masjid Al Husayn diharapkan nantinya tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga dapat menjadi sarana kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Desa Sugihwaras dan sekitarnya.
Dengan adanya masjid yang representatif, masyarakat diharapkan memiliki fasilitas yang semakin baik untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Oleh karena itu, dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat menjadi hal yang penting agar pembangunan dapat berjalan secara berkesinambungan hingga selesai.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M. Taufan menyampaikan bahwa pembangunan sarana ibadah yang dilakukan secara gotong royong merupakan salah satu bentuk nyata kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Pembangunan Masjid Al Husayn ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena dilaksanakan dengan semangat kebersamaan. Kami dari TNI akan terus berupaya hadir dan membantu masyarakat dalam berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama,” ujar Dandim.
Menurut Letkol ARH M. Taufan, semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mendukung kelancaran pembangunan.
“Yang kita bangun bukan hanya fisik masjidnya, tetapi juga semangat kebersamaan dan kepedulian antarwarga. Ketika TNI, pemerintah desa, para pekerja dan masyarakat dapat bersinergi, tentunya setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” jelasnya.
Dandim juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang secara langsung ikut membantu proses pembangunan. Menurutnya, partisipasi warga merupakan wujud kepedulian terhadap keberadaan sarana ibadah yang nantinya akan digunakan bersama.
“Saya mengapresiasi masyarakat yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk ikut bergotong royong. Partisipasi seperti ini perlu terus dipertahankan karena menjadi bagian dari budaya masyarakat kita. Kebersamaan seperti inilah yang akan memperkuat hubungan antara TNI dengan rakyat,” tambahnya.
Lebih lanjut, Letkol ARH M. Taufan berharap seluruh pihak yang terlibat dapat terus menjaga koordinasi selama proses pembangunan berlangsung. Dengan koordinasi yang baik, setiap tahapan pekerjaan dapat dilaksanakan secara terarah dan sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Kita berharap pembangunan Masjid Al Husayn ini dapat terus berjalan dengan lancar sampai selesai. Semoga nantinya masjid ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, menjadi tempat ibadah, tempat kegiatan keagamaan, sekaligus menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga,” pungkasnya.
Sementara itu, dengan progres pembangunan yang telah mencapai 37,5 persen, pekerjaan di lapangan akan terus dilanjutkan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan. Dukungan dari TNI, pemerintah desa, tenaga pekerja dan masyarakat diharapkan tetap terjaga sehingga pembangunan Masjid Al Husayn dapat diselesaikan dengan baik.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong, kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan masih terus tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran TNI di tengah proses pembangunan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta membantu mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di wilayah.




















