Sawahan, Nganjuk – Di tengah gelapnya malam, perhatian aparat dan sejumlah unsur terkait tertuju pada kawasan hutan di wilayah Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk. Upaya pemantauan dilakukan menyusul adanya kebakaran hutan yang diperkirakan terjadi di Petak 24 RPH Gedang Klutuk BKPH Pace.
Pemantauan tersebut dilaksanakan pada 16 September pukul 23.00 WIB hingga 17 September pukul 01.00 WIB dari Parkiran Cemoro Kandang, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan. Kegiatan pemantauan turut dilakukan oleh Wakil Bupati Nganjuk Bapak Trihandy Cahyo Saputro, S.T., bersama unsur terkait guna melihat perkembangan situasi kebakaran sekaligus menentukan langkah penanganan yang aman dan tepat.
Kawasan yang mengalami kebakaran diketahui memiliki kondisi medan yang cukup curam. Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan pola penanganan, karena akses menuju lokasi api tidak mudah dilakukan secara langsung.
Dalam situasi tersebut, pemantauan dari titik yang memungkinkan menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan kobaran api dan mengantisipasi apabila terjadi perluasan area terbakar.
Unsur Terkait Turun Memantau Kondisi Hutan
Kegiatan pemantauan di Parkiran Cemoro Kandang diikuti sejumlah unsur terkait. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, S.T., Sekretaris Damkar Nganjuk Ardiansyah Winardi, Camat Sawahan Budi Fajarudin, Kabid Kedaruratan BPBD Nganjuk Wicaksono, Mantri Perhutani Nyuwoto, Aiptu Hardi dari Polsek Sawahan, serta Sertu Suyadi dari Koramil 0810/05 Sawahan.
Kehadiran lintas instansi tersebut menunjukkan adanya koordinasi dalam menghadapi kondisi kebakaran kawasan hutan. Masing-masing unsur melakukan pemantauan dan komunikasi mengenai perkembangan situasi di lapangan.
Mengingat lokasi kebakaran berada pada kawasan yang curam, pemantauan perkembangan menjadi hal yang sangat penting. Informasi mengenai kondisi titik api perlu diperbarui secara berkala sebagai bahan menentukan langkah penanganan berikutnya.
Medan Curam, Pemantauan Dilakukan Secara Berkelanjutan
Berdasarkan hasil pemantauan, kawasan yang terbakar memiliki kondisi medan berupa lereng dan area yang curam. Kondisi tersebut menyebabkan lokasi tidak dapat dengan mudah dijangkau untuk dilakukan penanganan secara langsung.
Oleh karena itu, langkah yang diambil adalah melakukan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran dan melaporkannya secara berkala setiap hari. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui apakah api masih berada pada area yang sama atau terdapat perkembangan menuju wilayah lainnya.
Selain pemantauan, koordinasi antarpihak juga terus dilakukan guna memastikan setiap perkembangan dapat segera diketahui oleh unsur terkait.
Tim Damkar Disiagakan di Cemoro Kandang
Sebagai langkah kesiapsiagaan, Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Nganjuk disiagakan di Parkiran Cemoro Kandang. Penempatan tim tersebut menjadi bagian dari upaya kesiapan apabila sewaktu-waktu diperlukan tindakan penanganan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Dengan adanya personel yang disiagakan di sekitar lokasi pemantauan, koordinasi dan respons terhadap perkembangan kebakaran dapat dilakukan dengan lebih cepat sesuai kondisi dan tingkat keamanan medan.
Dandim 0810/Nganjuk: Keselamatan Personel Menjadi Prioritas
Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M Taufan menyampaikan bahwa penanganan kebakaran hutan membutuhkan koordinasi yang baik antara TNI, Perhutani, Damkar, BPBD, kepolisian, pemerintah daerah serta unsur masyarakat.
“Dalam kondisi medan yang curam seperti di kawasan tersebut, keselamatan personel harus menjadi perhatian utama. Pemantauan secara berkala dan koordinasi dengan seluruh unsur terkait menjadi langkah penting untuk mengetahui perkembangan situasi,” ujar Letkol ARH M Taufan.
Menurutnya, keberadaan Tim Damkar yang disiagakan di Parkiran Cemoro Kandang juga merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi perkembangan situasi.
“Kita harus tetap waspada dan mengikuti perkembangan kondisi di lapangan. Apabila situasi memungkinkan untuk dilakukan penanganan, tentunya harus dilaksanakan secara terkoordinasi dengan memperhatikan faktor keselamatan personel,” tegasnya.
Dandim juga menekankan pentingnya pelaporan perkembangan secara berjenjang sehingga setiap perubahan kondisi dapat segera ditindaklanjuti.
“Pemantauan jangan sampai terputus. Perkembangan harus dilaporkan secara berkala sehingga langkah selanjutnya dapat ditentukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan,” pungkasnya.
Hingga pemantauan berakhir pada pukul 01.00 WIB, langkah penanganan yang dilakukan adalah pemantauan perkembangan kebakaran secara berkala serta kesiapsiagaan Tim Damkar Kabupaten Nganjuk di Parkiran Cemoro Kandang.
Malam boleh gelap, tetapi kewaspadaan tidak boleh padam. Aparat bersiaga, hutan dipantau, keselamatan menjadi prioritas.














