54 Hektare Disiapkan, Dandim 0810/Nganjuk Turun Langsung Cek Calon Lokasi Batalyon Teritorial Pembangunan di Sambikerep
NGANJUK – Rencana pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) di wilayah Kabupaten Nganjuk memasuki tahapan peninjauan lapangan. Untuk memastikan kondisi awal lahan serta berbagai aspek pendukung pembangunan, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T. turun langsung meninjau lokasi yang direncanakan berada di Desa Sambikerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk.
Kegiatan survei dan pengecekan tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari upaya memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi lahan yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam proses perencanaan pembangunan Yon TP.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 13.45 WIB, Dandim 0810/Nganjuk bersama rombongan Tim Survei Yon TP langsung melakukan peninjauan terhadap area yang direncanakan sebagai lokasi pembangunan.
Tidak hanya melihat kondisi permukaan lahan, pengecekan juga mencakup berbagai aspek penting, mulai dari kondisi fisik lahan, akses menuju lokasi, lingkungan sekitar hingga kondisi kawasan secara keseluruhan.
Lahan yang menjadi objek survei memiliki luas sekitar 54 hektare dan berada di wilayah RKPH Tamanan, KPH Sambikerep, Petak 18 dan Petak 15.
Peninjauan lapangan menjadi bagian penting sebelum proses perencanaan dilanjutkan. Dengan melihat kondisi secara langsung, berbagai kemungkinan maupun kebutuhan yang berkaitan dengan penyiapan lokasi dapat dipetakan lebih awal.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga melakukan koordinasi bersama jajaran Perhutani dan perangkat Desa Sambikerep. Koordinasi dilakukan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi serta status lahan, sekaligus membahas berbagai hal yang berkaitan dengan rencana pembangunan Yon TP.
Kegiatan tersebut turut diikuti Kapten Inf Suyanto selaku Pasi Log Kodim 0810/Nganjuk sebagai penanggung jawab kegiatan, Kapten Arm Winarto selaku Danramil 0810/15 Rejoso, Serka Lasminto selaku Bati Komsos Koramil 0810/15 Rejoso, jajaran Perhutani, perangkat Desa Sambikerep serta unsur terkait lainnya.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T. menegaskan bahwa survei tersebut merupakan tahapan awal untuk memastikan seluruh aspek lokasi dapat diketahui secara langsung sebelum masuk pada proses lebih lanjut.
“Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lahan, aksesibilitas dan lingkungan sekitar. Data serta hasil pengecekan di lapangan nantinya menjadi bahan untuk koordinasi dan pertimbangan dalam tahapan perencanaan selanjutnya,” ujar Dandim.
Menurutnya, proses penyiapan lokasi membutuhkan koordinasi dan sinergi dari berbagai pihak agar setiap tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kita melihat kondisi faktual di lapangan dan berkoordinasi dengan pihak Perhutani, pemerintah desa serta unsur terkait. Semua aspek perlu dikaji dan dipersiapkan dengan baik,” tambahnya.
Kegiatan survei yang berlangsung hingga sekitar pukul 14.30 WIB tersebut berjalan tertib, aman dan lancar.
Peninjauan lahan seluas kurang lebih 54 hektare tersebut menjadi langkah awal dalam memperoleh gambaran komprehensif mengenai calon lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan di Desa Sambikerep.
Selanjutnya, hasil survei akan menjadi bahan koordinasi lebih lanjut antara Kodim 0810/Nganjuk, Perhutani, pemerintah daerah, pemerintah desa dan instansi terkait dalam rangka proses perencanaan serta penyiapan lokasi sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari hamparan lahan di Sambikerep, proses awal sebuah rencana besar mulai dipetakan. Survei lapangan menjadi langkah pertama untuk memastikan setiap jengkal lokasi benar-benar siap dikaji sebelum pembangunan Yon TP memasuki tahapan berikutnya.














