Nganjuk – Dalam rangka mendukung pembentukan karakter generasi muda sejak dini, Babinsa Koramil 0810/06 Kertosono Kodim 0810/Nganjuk, Sertu Agus K, berkolaborasi dengan dewan guru dalam pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 di MI Nurul Huda, Desa Bangsri, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.
Kehadiran Babinsa pada kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi TNI AD dengan dunia pendidikan dalam membangun karakter peserta didik agar memiliki sikap disiplin, tanggung jawab, cinta tanah air, serta mampu menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk perundungan (bullying).
Pada hari pertama pelaksanaan MPLS, para siswa baru mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya hidup rukun, menaati tata tertib sekolah, menghormati guru dan sesama teman, serta menumbuhkan semangat kebersamaan melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan.
Selain memberikan materi pembentukan karakter, Sertu Agus K juga melatih siswa melalui kegiatan Peraturan Baris Berbaris (PBB) sebagai sarana menanamkan disiplin, kekompakan, rasa tanggung jawab, dan jiwa kepemimpinan. Menurutnya, latihan PBB bukan hanya membentuk ketangkasan fisik, tetapi juga melatih mental, konsentrasi, serta sikap saling menghargai dalam bekerja sama.
“Kegiatan MPLS Ramah ini menjadi momentum yang baik untuk membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah. Melalui latihan PBB dan edukasi kebangsaan, kami berharap para siswa memiliki sikap disiplin, saling menghormati, tidak melakukan bullying, serta mampu menjadi generasi yang berakhlak baik dan cinta tanah air,” ujar Sertu Agus K.
Program penguatan fisik dan mental tersebut merupakan bagian dari implementasi MPLS Ramah Tahun 2026 yang mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. Pelaksanaan MPLS tidak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan sekolah, tetapi juga diarahkan untuk membangun budaya sekolah yang positif, inklusif, aman, dan nyaman bagi seluruh peserta didik.
Selain materi PBB dan pencegahan bullying, para siswa juga memperoleh edukasi tentang pentingnya disiplin, tanggung jawab, etika dalam kehidupan sehari-hari, keselamatan berlalu lintas, termasuk bahaya penggunaan sepeda listrik di jalan raya, serta penguatan budaya sekolah melalui Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Hebat Indonesia.
Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T. mengapresiasi keterlibatan Babinsa dalam kegiatan MPLS di sekolah-sekolah sebagai bagian dari pembinaan teritorial TNI AD.
Menurut Dandim, sinergi antara Babinsa dan tenaga pendidik merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berdisiplin, berintegritas, memiliki jiwa nasionalisme, serta mampu menghadapi berbagai tantangan perkembangan zaman.
“Kami mendukung penuh kolaborasi antara Babinsa dan pihak sekolah dalam pelaksanaan MPLS Ramah. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir generasi muda yang memiliki karakter kuat, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, menghargai sesama, menjauhi perundungan, serta menjadi pelajar yang bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa dan negara,” tegas Dandim.
Melalui kolaborasi yang erat antara TNI AD dan dunia pendidikan, diharapkan lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman, nyaman, dan kondusif bagi tumbuh kembang peserta didik, sehingga mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.
















