Nganjuk – Dalam rangka memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, personel Kodim 0810/Nganjuk menghadiri kegiatan doa bersama lintas agama yang digelar di Pendopo KRT Soesro Koesomo, Jalan Basuki Rahmat No. 01, Kelurahan Mangundikaran, Kecamatan Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Selasa (20/10/2026) malam.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.45 WIB tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh lintas agama, perwakilan organisasi keagamaan, serta jajaran instansi pemerintah Kabupaten Nganjuk. Doa bersama ini menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta memanjatkan doa bagi keselamatan dan kemajuan bangsa Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Nganjuk Dr. Drs. H. Marhaen Djumadi, S.E., S.H., M.M., M.B.A., Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, S.T., Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., serta unsur Forkopimda, tokoh lintas agama, dan perwakilan instansi terkait lainnya. Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Drs. Nur Solekan, M.Si.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan sambutan Bupati Nganjuk. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, memelihara kerukunan antarumat beragama, serta menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran juga menjadi kesempatan untuk merefleksikan perjalanan pembangunan nasional sekaligus memanjatkan doa agar penyelenggaraan pemerintahan dan berbagai program pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan rakyat, serta mendorong kemajuan Indonesia.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menyampaikan bahwa doa bersama lintas agama merupakan momentum penting untuk mempererat persaudaraan, menumbuhkan sikap saling menghormati, dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman masyarakat.
“Melalui doa bersama lintas agama ini, kita berharap bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, dan kemajuan. Perbedaan agama, suku, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus kita jaga bersama demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung upaya menjaga kerukunan, memperkuat toleransi, serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Polri, tokoh agama, dan seluruh komponen masyarakat.
“Persatuan dan kerukunan merupakan modal penting dalam menjaga stabilitas wilayah dan mendukung pembangunan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk untuk terus menjaga kebersamaan, mengedepankan semangat gotong royong, serta menciptakan suasana yang aman, damai, dan kondusif,” tambahnya.
Kehadiran personel Kodim 0810/Nganjuk dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AD untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, mempererat hubungan dengan seluruh elemen bangsa, serta mendukung terciptanya kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Melalui kegiatan doa bersama lintas agama ini, diharapkan semangat persatuan dan kesatuan semakin kokoh, hubungan antarelemen masyarakat semakin erat, serta nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Kodim 0810/Nganjuk berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga kerukunan, stabilitas wilayah, serta keutuhan NKRI.




















