NGANJUK – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Klagen, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, terus menunjukkan perkembangan positif. Memasuki progres sekitar 80 persen, anggota Koramil 0810/15 Rejoso bersama masyarakat melaksanakan gotong royong pengecoran lantai jembatan sebagai salah satu tahapan penting dalam penyelesaian pembangunan infrastruktur tersebut, Senin (26/10/2026).
Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam mendorong pembangunan di wilayah pedesaan. Dengan mengedepankan semangat kebersamaan, anggota TNI dan warga bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan agar pembangunan jembatan dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Dalam pelaksanaannya, anggota Koramil bersama masyarakat bekerja sama menyiapkan material, melakukan pengecoran, serta meratakan adukan beton pada bagian lantai jembatan. Seluruh pekerjaan dilakukan dengan penuh semangat, mengutamakan ketelitian, kualitas hasil pekerjaan, dan faktor keselamatan selama kegiatan berlangsung.
Capaian progres yang telah menyentuh angka 80 persen menjadi motivasi tersendiri bagi seluruh pihak yang terlibat. Meski masih terdapat tahapan pekerjaan yang harus diselesaikan, kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kekuatan penting untuk mendorong percepatan pembangunan hingga mencapai hasil yang diharapkan.
Danramil 0810/15 Rejoso, Kapten Arm Winarto, menyampaikan bahwa keterlibatan anggota Koramil dalam pembangunan Jembatan Garuda merupakan bagian dari komitmen TNI untuk senantiasa hadir dan membantu mengatasi kesulitan masyarakat di wilayah binaan.
“Pembangunan jembatan ini merupakan kepentingan bersama karena nantinya akan dimanfaatkan oleh masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Melalui gotong royong, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan mendorong agar pembangunan dapat diselesaikan dengan baik, sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh warga,” ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak hanya membutuhkan dukungan sarana dan material, tetapi juga partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, keterlibatan warga dalam setiap tahapan pekerjaan menjadi bagian penting dalam menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama terhadap fasilitas umum yang dibangun.
Sementara itu, Kepala Desa Klagen, Bapak Suratmin, menyambut baik keterlibatan anggota Koramil 0810/15 Rejoso yang terus bersinergi bersama masyarakat dalam pengerjaan jembatan tersebut. Kehadiran TNI dinilai memberikan dorongan semangat bagi warga untuk turut berpartisipasi aktif menyukseskan pembangunan yang diperuntukkan bagi kepentingan bersama.
Keberadaan Jembatan Garuda diharapkan nantinya dapat memperlancar akses transportasi masyarakat, mempermudah mobilitas warga ant wilayah, serta mendukung kegiatan sosial dan perekonomian desa. Akses yang lebih baik juga diharapkan membantu kelancaran distribusi hasil pertanian dan berbagai kebutuhan masyarakat sehari-hari.
Selain mempercepat pembangunan fisik, kegiatan gotong royong ini menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat. Kebersamaan yang terjalin dalam pelaksanaan pekerjaan mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat sebagai salah satu landasan dalam mendukung pembangunan di daerah.
Melalui semangat kerja sama dan kepedulian bersama, anggota Koramil 0810/15 Rejoso dan masyarakat Desa Klagen terus berupaya menuntaskan pembangunan Jembatan Garuda hingga tahap akhir. Dengan progres yang telah mencapai sekitar 80 persen, diharapkan pembangunan dapat segera diselesaikan sehingga jembatan tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi kelancaran aktivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sinergi TNI dan rakyat dalam pembangunan Jembatan Garuda ini sekaligus menegaskan bahwa semangat gotong royong tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun desa, memperkuat kebersamaan, serta mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat.


















