Kepulan Asap Gegerkan Warga Gondanglegi, Babinsa dan Damkar Langsung Turun Tangan

banner 468x60

Nganjuk – Kobaran api menghanguskan rumpun bambu milik warga di Dusun Gondanglegi RT 03/RW 003, Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, pada Selasa malam. Peristiwa tersebut menimbulkan kepulan asap yang sempat terlihat oleh warga sekitar dan langsung mendapat penanganan dari masyarakat bersama petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nganjuk.

Rumpun bambu yang terbakar diketahui milik Andik Susilo (40), warga Dusun Gondanglegi RT 03/RW 003, Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk.

banner 336x280

Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui warga sekitar pada pukul 19.15 WIB. Saat itu warga RT 03/RW 003 melihat adanya kepulan asap yang berasal dari arah rumpun bambu milik Andik Susilo.

Melihat kondisi tersebut, warga kemudian segera melakukan pengecekan sekaligus berupaya mengantisipasi agar api tidak semakin membesar dan merembet ke lingkungan sekitar.

Selanjutnya, pada pukul 19.30 WIB, warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menghubungi Tim Pemadam Kebakaran, perangkat Desa Gondanglegi, serta melaporkan kejadian kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Gondanglegi.

Laporan tersebut segera ditindaklanjuti. Tidak berselang lama, satu unit mobil Pemadam Kebakaran Pos Bantu Tanjunganom bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.

Pada pukul 19.45 WIB, satu unit mobil Damkar Pos Bantu Tanjunganom tiba di lokasi kebakaran. Petugas kemudian langsung melaksanakan pemadaman terhadap rumpun bambu yang terbakar.

Proses pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi rumpun bambu yang cukup mudah terbakar dan berpotensi menghasilkan bara api yang dapat kembali menyala. Petugas melakukan penyemprotan air secara bertahap untuk memastikan titik-titik api dapat dikendalikan.

Sementara itu, warga bersama aparat kewilayahan turut membantu pengamanan di sekitar lokasi. Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga menjadi bagian penting dalam membantu koordinasi antara masyarakat, pemerintah desa dan petugas pemadam kebakaran selama proses penanganan berlangsung.

Setelah melalui proses pemadaman selama beberapa waktu, pada pukul 21.00 WIB, api mulai berhasil dipadamkan oleh Tim Pemadam Kebakaran Pos Bantu Tanjunganom.

Petugas selanjutnya melakukan pengecekan dan pendinginan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang berpotensi kembali menimbulkan kebakaran.

Setelah situasi dinyatakan aman dan penanganan kebakaran selesai, pada pukul 21.30 WIB, Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Nganjuk meninggalkan lokasi.

Dalam kejadian tersebut, penyebab kebakaran masih belum disebutkan secara pasti. Demikian pula mengenai kerugian materiil, dalam laporan awal belum terdapat keterangan mengenai nilai kerugian. Penanganan cepat dilakukan agar kebakaran tidak meluas ke area lain di sekitar lokasi.

Kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada area yang terdapat rumpun bambu, semak belukar, tumpukan material kering maupun lahan yang mudah terbakar.

Masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun. Kecepatan dalam memberikan informasi sangat diperlukan agar petugas dapat segera datang dan melakukan penanganan sebelum api berkembang semakin besar.

Dandim 0810/Nganjuk: Kecepatan Laporan Sangat Penting

Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menyampaikan bahwa kejadian kebakaran di wilayah permukiman maupun lahan terbuka perlu mendapatkan perhatian bersama. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam memberikan informasi secara cepat sangat membantu petugas dalam melakukan penanganan.

“Kami mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera melaporkan kejadian kepada petugas pemadam kebakaran, pemerintah desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kecepatan laporan sangat penting agar kebakaran dapat segera ditangani dan tidak meluas,” ujar Dandim.

Dandim menambahkan, Babinsa bersama unsur kewilayahan harus selalu siap berada di tengah masyarakat, terutama ketika terjadi peristiwa yang membutuhkan penanganan cepat dan koordinasi lintas instansi.

“Babinsa dan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari unsur kewilayahan yang harus hadir membantu masyarakat. Dalam situasi seperti kebakaran, koordinasi dengan Damkar, pemerintah desa dan masyarakat harus dilakukan dengan cepat dan tepat,” lanjutnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di sekitar lingkungan rumah dan lahan yang terdapat material mudah terbakar.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak meremehkan sumber api sekecil apa pun. Apabila melihat asap atau tanda-tanda kebakaran, segera laporkan dan jangan mengambil tindakan yang dapat membahayakan diri sendiri,” tegas Letkol Arh M. Taufan.

Menurutnya, penanganan bencana maupun kejadian kebakaran bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas pemadam kebakaran, tetapi membutuhkan dukungan dan kepedulian seluruh unsur masyarakat.

“Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, Damkar dan masyarakat sangat diperlukan. Dengan kebersamaan dan komunikasi yang baik, setiap kejadian dapat ditangani secara lebih cepat sehingga risiko terhadap masyarakat dan lingkungan dapat diminimalkan,” pungkasnya.

Peristiwa kebakaran rumpun bambu di Dusun Gondanglegi tersebut akhirnya dapat dikendalikan setelah petugas Damkar melakukan pemadaman hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Setelah memastikan kondisi aman, petugas meninggalkan lokasi pada pukul 21.30 WIB, sementara situasi di sekitar lokasi kembali kondusif.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *