Nganjuk – Upaya menjaga keamanan dan ketertiban sekaligus mendukung pembinaan generasi muda terus dilakukan jajaran TNI AD melalui peran aktif Babinsa di wilayah binaan. Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso, Serka Reboanto, melaksanakan pemantauan dan monitoring kegiatan ujian kenaikan tingkat siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang digelar di Padepokan Argo Pudak, Desa Jatirejo, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan ujian tersebut diikuti para siswa PSHT yang melaksanakan proses kenaikan sabuk dari sabuk polos menuju sabuk Jabon. Ujian kenaikan tingkat menjadi salah satu tahapan penting dalam proses latihan pencak silat yang harus dilalui oleh setiap siswa sebagai bentuk evaluasi atas perkembangan kemampuan yang telah diperoleh selama mengikuti latihan.
Tidak hanya menguji kemampuan teknik pencak silat, proses kenaikan tingkat juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kedisiplinan, mental, tanggung jawab serta pemahaman siswa terhadap materi yang telah diberikan oleh para pelatih.
Sejak kegiatan berlangsung, Serka Reboanto hadir di lokasi untuk melakukan pemantauan terhadap seluruh rangkaian kegiatan. Kehadiran Babinsa tersebut bertujuan memastikan kegiatan dapat berlangsung dalam suasana yang aman, tertib dan kondusif.
Monitoring yang dilakukan Babinsa juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergitas dengan para pengurus, pelatih, peserta serta masyarakat yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Di tengah perkembangan kehidupan sosial masyarakat, kegiatan pembinaan generasi muda melalui olahraga dan seni bela diri memiliki peranan penting. Selain memberikan keterampilan bela diri, pencak silat juga dapat menjadi wadah untuk membentuk karakter, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab.
Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Serka Reboanto mengatakan bahwa pencak silat tidak semata-mata mengajarkan kemampuan untuk membela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan aman dan tertib. Kami juga memberikan motivasi kepada para siswa agar mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh, menjunjung tinggi sportivitas dan tetap menjaga persaudaraan,” ujar Serka Reboanto.
Menurutnya, kemampuan bela diri harus diimbangi dengan kematangan sikap dan pengendalian diri. Semakin tinggi tingkat kemampuan seorang pesilat, maka semakin besar pula tanggung jawab untuk menggunakan ilmu yang dimiliki secara bijaksana.
Para siswa juga diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh persoalan yang dapat menimbulkan perselisihan. Sebaliknya, ilmu yang diperoleh selama latihan hendaknya menjadi bekal untuk membangun rasa percaya diri, kedisiplinan serta kemampuan mengendalikan emosi.
“Pencak silat harus menjadi sarana untuk membentuk pribadi yang disiplin, berani, bertanggung jawab dan mampu mengendalikan diri. Jangan sampai kemampuan bela diri justru digunakan untuk hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Babinsa juga mengimbau kepada seluruh peserta, pelatih dan pendamping agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Seluruh pihak diharapkan dapat mengedepankan komunikasi yang baik serta menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.
Semangat persaudaraan juga harus terus dijaga. Terlebih pencak silat merupakan salah satu warisan budaya bangsa yang memiliki nilai luhur dan mengajarkan pentingnya sikap hormat, persaudaraan serta pengendalian diri.
“Harapan kami, para siswa yang mengikuti ujian dapat memperoleh hasil terbaik dan mampu meningkatkan kemampuan serta kedewasaan dalam bersikap. Jadikan pencak silat sebagai wadah untuk membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berprestasi dan memiliki rasa tanggung jawab,” pungkas Serka Reboanto.
Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian ujian kenaikan tingkat siswa PSHT berlangsung dengan tertib, aman dan lancar. Para peserta mengikuti setiap tahapan ujian dengan penuh semangat dan kesungguhan sebagai bentuk tanggung jawab atas proses latihan yang selama ini telah mereka jalani.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi para siswa untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan kesiapan mereka dalam melanjutkan proses latihan ke tingkat berikutnya.
Dandim 0810/Nganjuk: Pencak Silat Harus Jadi Wadah Pembentukan Karakter
Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M. Taufan memberikan apresiasi terhadap langkah Babinsa yang aktif melakukan pemantauan kegiatan masyarakat, khususnya kegiatan pembinaan generasi muda yang bersifat positif.
Menurut Dandim, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus upaya menjaga komunikasi dan kedekatan antara TNI dengan masyarakat.
“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kegiatan pembinaan generasi muda. Kehadiran Babinsa bukan hanya untuk melakukan pemantauan keamanan, tetapi juga memberikan motivasi dan membangun komunikasi dengan seluruh komponen masyarakat,” tegas Letkol ARH M. Taufan.
Dandim menilai olahraga pencak silat dapat menjadi salah satu sarana positif dalam membangun karakter generasi muda. Melalui latihan yang teratur dan disiplin, para siswa dapat belajar tentang ketekunan, kerja keras, sportivitas, rasa hormat serta pengendalian diri.
“Kami berharap kegiatan pencak silat dapat menjadi wadah yang positif bagi generasi muda. Bukan hanya membentuk kemampuan fisik dan bela diri, tetapi yang lebih penting adalah membentuk mental, kedisiplinan, tanggung jawab dan karakter yang baik,” ujarnya.
Letkol ARH M. Taufan juga menekankan pentingnya menjaga persaudaraan di antara para pesilat. Menurutnya, perbedaan perguruan maupun kelompok tidak boleh menjadi alasan untuk terjadinya perselisihan.
“Jaga persaudaraan dan jangan mudah terprovokasi. Para pesilat harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat, khususnya dalam hal kedisiplinan, sportivitas dan kemampuan mengendalikan diri. Prestasi akan lebih berarti apabila dibarengi dengan akhlak dan sikap yang baik,” pesan Dandim.
Lebih lanjut, Dandim meminta jajaran Babinsa untuk terus membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat di wilayah binaannya. Dengan komunikasi yang baik, berbagai potensi permasalahan dapat diketahui sejak dini dan dicarikan solusi secara bersama-sama.
Kehadiran Babinsa dalam ujian kenaikan tingkat PSHT di Padepokan Argo Pudak tersebut pada akhirnya bukan sekadar kegiatan monitoring keamanan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam memperkuat pembinaan wilayah, membangun kedekatan dengan masyarakat serta mendorong generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, bertanggung jawab dan mampu menjaga kondusivitas lingkungan.
Melalui semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat, jajaran Koramil 0810/15 Rejoso akan terus hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan, mempererat komunikasi sosial dan mendukung terciptanya wilayah yang aman, nyaman serta kondusif.














