Sawahan, Nganjuk – Gerak cepat dilakukan Koramil 0810/05 Sawahan bersama unsur terkait dan masyarakat dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jumat (18/9/2026).
Kebakaran yang terjadi di kawasan puncak Gunung Wilis tersebut telah diketahui sejak sekitar dua hari sebelumnya. Kobaran api dilaporkan membakar kawasan hutan dan lahan di sejumlah titik yang berada di wilayah Kecamatan Sawahan.
Berdasarkan informasi sementara di lapangan, api diduga berawal dari ranting-ranting kering yang bergesekan, kemudian kondisi angin yang cukup kencang membuat api merambat dan membakar vegetasi kering di kawasan hutan dan lahan.
Medan yang berada di kawasan puncak Gunung Wilis serta kondisi vegetasi yang kering menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman. Untuk mencegah api terus menjalar dan meluas ke kawasan lainnya, personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pengendalian api.
400 Personel Berjibaku Hadapi Kobaran Api
Gerak cepat aparat bersama masyarakat terlihat dalam penanganan kebakaran tersebut. Sekitar 400 personel gabungan yang tergabung dalam upaya pemadaman hutan dan lahan turut diterjunkan untuk berjibaku memutus jalur kobaran api agar tidak merambat semakin luas.
Penanganan dilakukan di empat titik lokasi, yakni:
- Lokasi Ngrangkok
- Lokasi Ngunut
- Lokasi Lungur Cilik Sedepok
- Lokasi Candi Laras
Di tengah kondisi medan yang cukup berat, personel dari berbagai unsur bersama masyarakat bekerja secara terpadu melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api.
Kebersamaan tersebut menjadi gambaran nyata pentingnya sinergitas antarlembaga dalam menghadapi bencana kebakaran hutan dan lahan. TNI, Polri, Damkar, BPBD/Manggala Agni serta masyarakat saling mendukung sesuai tugas dan perannya masing-masing.
Cegah Api Meluas, Keselamatan Jadi Perhatian
Kebakaran di kawasan hutan memiliki potensi untuk berkembang dengan cepat, terlebih ketika terdapat vegetasi kering dan hembusan angin. Karena itu, langkah pemadaman dan pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Koramil 0810/05 Sawahan bersama unsur terkait juga terus melakukan koordinasi selama proses penanganan. Perkembangan situasi di lapangan menjadi perhatian agar langkah yang dilakukan dapat disesuaikan dengan kondisi aktual.
Selain penanganan kebakaran, masyarakat juga kembali diingatkan mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan dan lahan, terutama dalam kondisi lingkungan yang mudah terbakar.
Koramil Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Koramil 0810/05 Sawahan mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sisa tanaman secara sembarangan. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat merambat apabila mengenai rumput, ranting dan vegetasi yang dalam kondisi kering.
Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila melihat adanya titik api di sekitar kawasan hutan maupun lahan, sehingga dapat dilakukan koordinasi dan penanganan sedini mungkin.
Dandim 0810/Nganjuk: Sinergi Jadi Kunci Hadapi Karhutla
Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M Taufan mengapresiasi gerak cepat Koramil 0810/05 Sawahan bersama seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Ngliman.
“Kebakaran hutan dan lahan membutuhkan penanganan bersama. Sinergi antara TNI, Polri, Damkar, BPBD/Manggala Agni dan masyarakat sangat penting agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas,” ujar Letkol ARH M Taufan.
Menurutnya, kondisi medan di kawasan puncak Gunung Wilis membutuhkan kewaspadaan dan perhitungan dalam setiap langkah penanganan.
“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Namun di sisi lain, upaya pemantauan dan pengendalian harus terus dilakukan agar perkembangan api dapat diketahui dan ditangani sesuai kondisi di lapangan,” tegasnya.
Dandim juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
“Pencegahan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan kering dan angin cukup kencang. Jika menemukan titik api, segera laporkan kepada aparat atau unsur terkait,” pungkasnya.
Penanganan Karhutla di kawasan Desa Ngliman tersebut menjadi bukti bahwa kebersamaan dan sinergitas lintas unsur sangat diperlukan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Dengan pengerahan personel di sejumlah titik, diharapkan kobaran api dapat dikendalikan dan tidak meluas ke kawasan lainnya. Masyarakat juga diharapkan semakin meningkatkan kewaspadaan serta ikut menjaga kelestarian kawasan hutan Gunung Wilis.
Gunung Wilis dalam kepungan api, ratusan personel bergerak bersama. TNI, Polri, Damkar, BPBD/Manggala Agni dan masyarakat berjibaku menjaga hutan agar kobaran tak semakin meluas.


















