NGANJUK – Harapan akan hadirnya sumber air bersih terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Tempuran. Di bawah terik matahari dan di antara tanah serta bebatuan, semangat gotong royong antara TNI, Babinsa, dan masyarakat terus membuahkan hasil nyata.
Kali ini, program pembangunan sumber air bersih dilaksanakan di Titik 9, tepatnya di kediaman Bapak Sulyani, Desa Tempuran, RT 002 RW 001, Kabupaten Nganjuk.
Proses penggalian sumur yang dilakukan bersama-sama tersebut telah mencapai kedalaman sekitar 6,5 meter dengan diameter sumur 100 sentimeter. Seiring proses pengerjaan, pembangunan konstruksi sumur juga terus dilakukan dengan pemasangan 11 buah besdeker untuk memperkuat dinding sumur.
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kepedulian TNI AD melalui jajaran Kodim 0810/Nganjuk, khususnya peran Babinsa yang selalu hadir dan berada di tengah masyarakat. Tidak hanya memberikan pendampingan, personel TNI juga turut bekerja bersama warga dalam setiap tahapan pengerjaan.
Di lokasi pembangunan, tampak prajurit TNI bersama warga saling bahu-membahu. Mulai dari membantu proses penggalian, mengangkat material, hingga mendukung pemasangan konstruksi sumur. Kebersamaan tersebut mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Bagi masyarakat Desa Tempuran, pembangunan sumur ini bukan sekadar pembangunan fisik. Lebih dari itu, sumur yang sedang dibangun menjadi harapan baru bagi warga untuk mendapatkan akses air bersih yang lebih mudah dan berkelanjutan.
Masyarakat pun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada TNI serta Babinsa yang telah memberikan perhatian dan membantu warga dalam menghadirkan sumber air bersih.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah masyarakat dinilai memberikan semangat tersendiri. Dengan pendekatan yang humanis dan semangat gotong royong, pembangunan yang sebelumnya terasa berat dapat dikerjakan bersama-sama.
Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arm M. Taufan menyampaikan bahwa kegiatan pembangunan sumber air bersih merupakan bagian dari komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat dan mengatasi kesulitan rakyat di wilayah.
“TNI berasal dari rakyat dan akan selalu bersama rakyat. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kehidupan, sehingga kami berupaya untuk hadir dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Dandim.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan sumber air bersih tidak terlepas dari sinergi dan semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat. Kebersamaan tersebut merupakan kekuatan besar dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayah.
“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang turut bergotong royong. Babinsa akan terus hadir bersama masyarakat, karena kemanunggalan TNI dan rakyat adalah kekuatan utama dalam membangun dan membantu sesama,” tegas Letkol Arm M. Taufan.
Dandim berharap pembangunan sumur di Titik 9 tersebut dapat segera memberikan manfaat bagi Bapak Sulyani, keluarga, serta masyarakat di lingkungan sekitarnya.
Proses pengerjaan pun terus dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Setiap meter tanah yang digali menjadi bagian dari perjuangan untuk menemukan dan menghadirkan sumber kehidupan bagi masyarakat.
Dari kedalaman 6,5 meter, harapan itu terus digali. Sebelas besdeker yang telah terpasang bukan hanya memperkuat dinding sumur, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara prajurit TNI, Babinsa, dan rakyat.
Bagi warga Tempuran, bantuan tersebut menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan pertahanan negara, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
Dengan penuh rasa syukur, masyarakat berharap program penyediaan air bersih tersebut dapat terus memberikan manfaat dan menjangkau warga lain yang membutuhkan.
Terima kasih TNI, terima kasih Babinsa. Bersama rakyat, TNI terus menggali harapan dan menghadirkan kehidupan melalui sumber air bersih.














