Bagor, 31 Juli 2026 – Di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, tantangan dalam menjaga identitas bangsa menjadi semakin kompleks. Anak-anak masa kini tumbuh berdampingan dengan teknologi yang membawa beragam budaya asing masuk tanpa filter. Menanggapi fenomena ini, Komando Rayon Militer (Koramil) 0810/02 Bagor melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) gencar melakukan pendekatan langsung untuk membentuk generasi yang patriotis dan nasionalis sejak usia dini.Nasionalisme bukan sekadar konsep abstrak yang dipelajari saat anak beranjak dewasa, melainkan sebuah kebiasaan dan rasa cinta yang dipupuk melalui aktivitas sehari-hari. Penanaman nilai ini harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga, lalu diperkuat oleh pembinaan karakter di lingkungan sekolah maupun masyarakat formal.Pendidikan karakter berbasis wawasan kebangsaan, pengenalan sejarah perjuangan bangsa, serta pembiasaan disiplin menjadi beberapa langkah taktis yang dinilai efektif. Melalui pendekatan yang humanis dan relevan dengan dunia anak, nilai-nilai Pancasila dapat diinternalisasi dengan baik tanpa terkesan kaku atau memaksa.”Membentuk jiwa patriot tidak berarti kita menyuruh anak-anak ikut berperang, melainkan melatih mereka untuk disiplin, menghargai perbedaan, serta memiliki empati sosial yang tinggi terhadap sesama warga negara,” ujar Peltu Yasin Mustofa di SDN 2 Buduran, Babinsa Buduran Koramil 0810/02 Bagor.Langkah proaktif dari jajaran TNI Angkatan Darat ini diharapkan mampu mencetak generasi emas Indonesia yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki sandaran moral dan loyalitas yang kokoh terhadap NKRI. Investasi terbesar bangsa ini terletak pada karakter anak-anaknya; ketika jiwa nasionalisme mereka kuat sejak dini, maka masa depan kedaulatan bangsa akan tetap terjaga.












