450 Personel Gabungan Bergerak! TNI-Polri dan Warga Bangun Sekat Bakar di Lereng Gunung Wilis Cegah Api Meluas

banner 468x60

Sawahan, Nganjuk – Upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan di kawasan lereng Gunung Wilis terus dilakukan secara bersama-sama. Sebanyak kurang lebih 450 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Perhutani, BPBD, Tagana, Satpol PP, Damkar, Pramuka, LMDH, mahasiswa KKN Unisa serta masyarakat Desa Ngliman bergerak membangun ilaran atau sekat bakar di kawasan Sedudo dan Sadepok, Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan diawali dengan Apel Gabungan yang dilaksanakan di Balai Desa Ngliman dan dipimpin langsung oleh Bupati Nganjuk Dr. Drs. Marhaen Djumadi, A.Md., S.E., S.H., M.M., M.B.A. Kegiatan tersebut menjadi langkah bersama untuk mengantisipasi perambatan api yang masih ditemukan di kawasan lereng Gunung Wilis.

banner 336x280

Dalam apel tersebut turut hadir Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro, S.T., Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., Kasdim 0810/Nganjuk Mayor Cpl Ali Imron, Letda Inf Syaiful selaku Danton Yon TP 933/Macan Wilis beserta anggota, Kalaksa BPBD Nganjuk Sutomo, S.Sos., M.M., jajaran Forkopimcam Sawahan serta berbagai unsur lainnya.

Sekat Bakar 25 Meter Jadi Benteng Hadapi Api

Dalam arahannya, Bupati Nganjuk menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan masyarakat yang turut terlibat dalam upaya penanganan kebakaran hutan di wilayah tersebut.

Menurutnya, pembuatan ilaran atau sekat bakar menjadi salah satu langkah untuk memutus jalur rambatan api, terlebih masih ditemukan titik api di kawasan lereng Gunung Wilis.

Sekat bakar direncanakan memiliki lebar kurang lebih 25 meter dan dibuat pada sejumlah sektor yang telah ditentukan.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada TNI-Polri serta seluruh unsur instansi terkait yang telah hadir dan ikut dalam kegiatan pembuatan ilaran atau sekat bakar di kawasan Sedudo dan Sadepok lereng Gunung Wilis,” ujar Bupati Nganjuk.

Pembuatan sekat bakar tersebut dibagi menjadi empat sektor, yakni Ngrangkok, Ngunut, Lungur Cilik Sedepok dan Candi Laras.

Medan Terjal, Personel Diminta Waspada

Sekitar pukul 08.15 WIB, setelah apel, doa dan foto bersama, seluruh personel bergerak menuju sektor masing-masing.

Setibanya di lokasi, personel langsung melaksanakan pembuatan ilaran atau sekat bakar sesuai pembagian sektor. Medan yang dihadapi cukup berat karena berada di kawasan lereng dengan kondisi terjal dan sulit dijangkau.

Faktor keselamatan menjadi perhatian selama kegiatan. Personel juga diingatkan agar berhati-hati terhadap potensi kebakaran baru, termasuk memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang.

Selain itu, tim kesehatan dari Polkes DKT 05/09/10 Nganjuk dan Rumah Sakit Bhayangkara disiagakan untuk memberikan dukungan kesehatan kepada personel yang terlibat.

TNI-Polri Bersama Masyarakat Bergerak

Kegiatan tersebut memperlihatkan kuatnya sinergi berbagai unsur dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Prajurit TNI bersama personel Polri, Perhutani, BPBD, Damkar dan masyarakat bekerja dalam satu tujuan, yakni membuat batas untuk menghambat pergerakan api.

Keberadaan masyarakat Desa Ngliman juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Dengan keterlibatan warga, penanganan dilakukan secara gotong royong sekaligus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan.

Kegiatan pembuatan ilaran berlangsung hingga siang hari. Sekitar pukul 13.30 WIB, seluruh tim dari masing-masing sektor kembali ke Balai Desa Ngliman.

Rangkaian kegiatan kemudian dinyatakan selesai sekitar pukul 15.00 WIB dalam keadaan tertib, aman dan lancar.

Kasdim 0810/Nganjuk: Sinergi Jadi Kekuatan Menghadapi Karhutla

Kasdim 0810/Nganjuk Mayor Cpl Ali Imron menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membantu pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan.

“Pembuatan sekat bakar ini merupakan langkah bersama untuk mengantisipasi agar api tidak semakin meluas. TNI bersama seluruh unsur terkait akan terus mendukung upaya penanganan sesuai tugas masing-masing,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar mengutamakan keselamatan karena kondisi medan cukup berat.

“Medan di kawasan lereng Gunung Wilis cukup terjal dan memiliki jurang. Karena itu faktor keamanan harus menjadi perhatian utama. Jangan memaksakan diri apabila kondisi tidak memungkinkan,” tegasnya.

Dandim 0810/Nganjuk: TNI Siap Bersama Masyarakat

Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M Taufan menyampaikan bahwa pembuatan ilaran atau sekat bakar merupakan bentuk sinergi nyata antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi potensi meluasnya kebakaran hutan.

“TNI selalu siap bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, Perhutani, BPBD, Damkar dan masyarakat. Penanganan kebakaran hutan membutuhkan kerja bersama, terutama untuk mencegah api meluas ke kawasan yang lebih dekat dengan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, selain upaya teknis di lapangan, kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting dalam pencegahan kebakaran.

“Masyarakat harus ikut menjaga kawasan hutan. Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan melakukan pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran, terutama ketika kondisi vegetasi kering,” kata Letkol ARH M Taufan.

Ia menambahkan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas dalam setiap kegiatan penanganan di kawasan hutan.

“Medannya berat dan ada wilayah yang sulit dijangkau. Karena itu seluruh personel harus bekerja sesuai prosedur, saling mengingatkan dan mengutamakan keselamatan,” pungkasnya.

Kegiatan pembuatan ilaran atau sekat bakar di kawasan Sedudo dan Sadepok menjadi salah satu bentuk kesiapsiagaan bersama menghadapi kebakaran hutan di lereng Gunung Wilis.

450 personel bergerak, empat sektor dibagi, sekat bakar dibangun. Ketika api mengancam lereng Wilis, TNI-Polri, pemerintah, relawan dan masyarakat bersatu membuat benteng untuk menahan rambatan si jago merah.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *