
Nganjuk – Dalam rangka menjaga kelestarian warisan sejarah di wilayah binaan, Babinsa Desa Mojodhuwur Koramil 0810/18 Ngetos, Serda Catur Eko, melaksanakan kegiatan pemantauan terhadap bangunan bersejarah peninggalan Jepang yang berada di Desa Mojodhuwur, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Minggu (26/04/2026).
Kegiatan pemantauan ini merupakan bentuk kepedulian aparat kewilayahan terhadap keberadaan situs bersejarah yang memiliki nilai historis tinggi serta potensi sebagai sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa melakukan pengecekan secara langsung terhadap kondisi fisik bangunan, mulai dari struktur bangunan, tingkat kerusakan, hingga kebersihan lingkungan di sekitarnya. Selain itu, Babinsa juga memastikan tidak adanya aktivitas yang dapat merusak atau mengurangi keaslian bangunan tersebut.
Serda Catur Eko menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan melestarikan bangunan bersejarah agar tetap terawat dan tidak mengalami kerusakan yang lebih parah.
“Bangunan peninggalan sejarah ini memiliki nilai penting sebagai bukti perjalanan sejarah bangsa. Oleh karena itu, perlu adanya perhatian bersama untuk menjaga dan melestarikannya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberadaan situs sejarah tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda agar lebih mengenal sejarah daerahnya.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar turut berperan aktif dalam menjaga kelestarian bangunan bersejarah tersebut.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat bangunan ini, serta tidak melakukan tindakan yang dapat merusak. Kepedulian masyarakat sangat penting dalam menjaga warisan sejarah ini tetap lestari,” tambahnya.
Warga sekitar menyambut baik kegiatan yang dilakukan Babinsa dan menyatakan siap mendukung upaya pelestarian bangunan bersejarah tersebut.
Sementara itu, Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan, memberikan apresiasi atas inisiatif Babinsa dalam menjaga dan melestarikan aset sejarah di wilayah binaan.
“Kegiatan pemantauan ini merupakan langkah positif dalam menjaga warisan sejarah bangsa. Saya mengapresiasi Babinsa yang peduli terhadap keberadaan situs bersejarah di wilayahnya,” tegas Dandim.
Lebih lanjut, Dandim juga menekankan pentingnya sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya pelestarian situs sejarah.
“Pelestarian bangunan bersejarah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja sama yang baik, kita dapat menjaga warisan sejarah ini untuk generasi yang akan datang,” tambahnya.
Dengan adanya kegiatan pemantauan ini, diharapkan bangunan peninggalan Jepang di Desa Mojodhuwur dapat terus terjaga kelestariannya, serta menjadi bagian dari kekayaan sejarah yang memiliki nilai edukatif dan budaya bagi masyarakat luas.
Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta mencerminkan kepedulian Babinsa dalam menjaga tidak hanya keamanan wilayah, tetapi juga nilai-nilai sejarah yang ada di dalamnya.











