TNI Sigap Hadapi Kebakaran Besar Gudang SBE Lengkong, Tak Ada Korban Jiwa

Nganjuk – Kebakaran hebat terjadi di Gudang CV. Sinar Baja Elektric (SBE) yang berada di Desa Lengkong, Kecamatan Lengkong, Kabupaten Nganjuk, Jumat (18/9/2026). Kobaran api menghanguskan sejumlah bagian gudang beserta barang mentah dan hasil produksi, bahkan sebagian atap bangunan mengalami kerusakan hingga roboh.

Peristiwa tersebut diketahui sekitar pukul 06.05 WIB, saat sebagian karyawan mulai berdatangan untuk bekerja. Api pertama kali diketahui oleh Tohari, selaku Trainer CV. Sinar Baja Elektric, yang melihat adanya percikan api di bagian Gudang Proses.

Melihat kondisi tersebut, Tohari kemudian meminta bantuan dua orang karyawan, Ali dan Prasetyo, untuk mendobrak pintu menuju Gudang Proses agar dapat dilakukan pengecekan sekaligus upaya penanganan awal.

Api Mengenai Cairan Kimia dan Memicu Ledakan

Sekitar pukul 06.10 WIB, setelah pintu berhasil didobrak, Tohari melihat api telah mengenai Cemikel (cairan kimia) yang berada di dalam gudang. Kondisi tersebut kemudian mengakibatkan ledakan yang membuat api mengenai bagian peredam panas/seltek di atap gedung.

Kobaran api selanjutnya merambat ke beberapa bagian gudang lainnya, termasuk Gudang Barang Jadi dan Gudang Material Mentah.

Melihat api semakin membesar dan adanya potensi bahaya, Tohari kemudian memerintahkan seluruh karyawan untuk keluar dari area gudang. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi jatuhnya korban akibat kebakaran maupun kemungkinan ledakan lanjutan.

Sekitar pukul 06.12 WIB, Tohari meminta Teguh selaku petugas security untuk segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

Teguh kemudian menuju Kantor Damkar yang berada di sekitar Kantor Kecamatan Lengkong untuk menyampaikan laporan kebakaran.

Damkar Bergerak, Api Baru Berhasil Dipadamkan Sore Hari

Respons cepat dilakukan petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 06.25 WIB, petugas Damkar tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman terhadap kobaran api.

Karena api telah merambat ke beberapa bagian gudang dan terdapat material yang mudah terbakar, proses pemadaman membutuhkan waktu cukup panjang.

Petugas Damkar dari beberapa sektor kemudian turut dikerahkan untuk membantu penanganan, antara lain dari Kecamatan Lengkong, Kecamatan Tanjunganom dan Kecamatan Rejoso.

Setelah berjibaku selama berjam-jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.30 WIB.

Proses pemadaman dilakukan secara bertahap untuk memastikan kobaran api benar-benar terkendali dan tidak kembali merambat ke bagian bangunan lainnya.

Kerugian Materiil Ditaksir Capai Rp44 Miliar

Kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian materiil yang cukup besar. Berdasarkan pendataan awal, barang mentah dan hasil produksi yang berada di Gudang Proses, Gudang Barang Jadi serta Gudang Material Mentah habis terbakar.

Selain itu, atap Gudang Proses dan Gudang Barang Jadi mengalami kerusakan hingga roboh akibat kobaran api.

Total kerugian materiil akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp44 miliar.

Sementara itu, untuk kerugian personel dilaporkan nihil. Tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

TNI Bersama Unsur Terkait Pastikan Situasi Aman

Dalam penanganan kejadian tersebut, koordinasi antarpihak terus dilakukan guna memastikan proses pemadaman berjalan aman dan kondisi di sekitar lokasi tetap terkendali.

Kebakaran dengan skala cukup besar tersebut menjadi perhatian karena terjadi di kawasan gudang yang menyimpan berbagai material dan bahan produksi. Setelah api berhasil dipadamkan, kondisi lokasi tetap perlu dipantau untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

Dandim 0810/Nganjuk: Keselamatan Personel Menjadi Prioritas

Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M Taufan menyampaikan bahwa dalam setiap penanganan kebakaran, keselamatan masyarakat, karyawan dan petugas harus menjadi perhatian utama.

“Yang paling utama dalam kejadian seperti ini adalah keselamatan jiwa. Langkah evakuasi karyawan ketika api mulai membesar merupakan tindakan penting untuk mencegah jatuhnya korban,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan kebakaran juga membutuhkan koordinasi cepat antara pihak perusahaan, petugas pemadam kebakaran dan unsur terkait.

“Ketika terjadi kebakaran, kecepatan dalam memberikan informasi dan menghubungi petugas sangat diperlukan. Dengan koordinasi yang baik, penanganan dapat segera dilakukan dan potensi meluasnya api bisa diantisipasi,” kata Letkol ARH M Taufan.

Dandim juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran, khususnya pada bangunan yang menyimpan bahan produksi maupun material yang memiliki risiko mudah terbakar.

“Kesiapsiagaan dan pemeriksaan terhadap instalasi listrik serta sistem keselamatan kebakaran perlu menjadi perhatian bersama. Pencegahan harus dilakukan sebelum terjadi kejadian yang lebih besar,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi kerja petugas pemadam kebakaran yang melakukan penanganan hingga api berhasil dikendalikan.

“Kita mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam proses pemadaman. Semoga kejadian ini menjadi pembelajaran bersama untuk semakin meningkatkan kewaspadaan dan sistem keselamatan di lingkungan kerja,” pungkasnya.

Kebakaran Gudang CV. Sinar Baja Elektric tersebut menyisakan kerugian materiil yang cukup besar. Namun, tidak adanya korban jiwa menjadi hal penting di tengah besarnya kobaran api dan luasnya area gudang yang terdampak.

Api berhasil dipadamkan setelah berjam-jam petugas berjibaku. Gudang luluh dilalap si jago merah, kerugian ditaksir Rp44 miliar, namun keselamatan para pekerja tetap menjadi hal utama dalam tragedi kebakaran di Lengkong.