NGANJUK – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus ditunjukkan dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kedungglugu, Kecamatan Gondang, Kabupaten Nganjuk. Pembangunan infrastruktur tersebut kini mencapai progres 28 persen, seiring berlanjutnya pengerjaan konstruksi yang dilakukan secara bersama-sama di lapangan.
Personel TNI dari jajaran Kodim 0810/Nganjuk bersama masyarakat bahu-membahu melaksanakan pekerjaan pembangunan jembatan. Kebersamaan terlihat saat personel TNI dan warga menyiapkan material, menata batu, serta membantu pengerjaan konstruksi pada bagian dasar dan struktur penopang jembatan.
Kegiatan tersebut menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap pembangunan infrastruktur di wilayah pedesaan. Selain mendukung kelancaran pekerjaan, keterlibatan personel TNI juga mendorong partisipasi masyarakat agar pembangunan dapat berjalan melalui semangat kebersamaan dan gotong royong.
Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kedungglugu diharapkan mampu menunjang kebutuhan akses masyarakat. Keberadaan jembatan yang memadai nantinya diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat setempat.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan Pembangunan
Dalam proses pembangunan, setiap tahapan pekerjaan memiliki peranan penting untuk mendukung kekuatan dan ketahanan konstruksi. Karena itu, pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan teknis serta koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat.
Kekompakan personel TNI dan warga menjadi gambaran bahwa pembangunan desa membutuhkan dukungan bersama. Semangat saling membantu tersebut sekaligus mempererat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, TNI tidak hanya berperan dalam mendukung pembangunan fisik, tetapi juga mendorong tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kemajuan wilayahnya.
Dandim Nganjuk Tekankan Manfaat Nyata bagi Masyarakat
Dandim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat merupakan salah satu bentuk pengabdian TNI kepada rakyat.
“Pembangunan Jembatan Garuda ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kelancaran akses dan aktivitas sehari-hari. Semangat gotong royong antara TNI dan warga harus terus dijaga agar pembangunan dapat berjalan dengan baik,” ungkap Dandim.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat yang turut berpartisipasi dalam proses pembangunan. Menurutnya, kebersamaan menjadi modal penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan di wilayah pedesaan.
“Kami berharap sinergi antara TNI dan masyarakat terus terpelihara. Dengan bekerja bersama dan menjaga koordinasi, pembangunan ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Kedungglugu dan sekitarnya,” tambah Letkol Arh M. Taufan.
Progres 28 Persen, Pembangunan Terus Berlanjut
Capaian progres 28 persen menjadi bagian dari tahapan pembangunan Jembatan Garuda yang masih terus dikerjakan. Dukungan personel TNI dan masyarakat diharapkan dapat menjaga kelancaran proses pembangunan hingga selesai sesuai perencanaan.
Kehadiran TNI bersama warga dalam kegiatan tersebut juga memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, dan semangat membangun desa.
Melalui pembangunan Jembatan Garuda di Desa Kedungglugu, Kodim 0810/Nganjuk bersama masyarakat terus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata demi mendukung infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat.




















