NGANJUK – Semangat pantang menyerah dan kebersamaan TNI bersama rakyat terus menggelora dalam pembangunan Jembatan Garuda di Desa Talun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk. Memasuki tahap akhir dengan progres mencapai 98 persen, anggota Koramil 0810/15 Rejoso bersama masyarakat terus bergotong royong menyelesaikan berbagai pekerjaan demi segera terwujudnya jembatan yang menjadi harapan warga.
Di tengah semangat pengabdian, anggota TNI dan masyarakat bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan pembangunan. Mulai dari penyiapan material hingga penyempurnaan bagian jembatan, seluruhnya dikerjakan dengan penuh kekompakan dan rasa tanggung jawab.
Kebersamaan tersebut menjadi pemandangan yang menggambarkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Tanpa mengenal lelah, personel Koramil bersama warga saling membantu demi satu tujuan, yakni menghadirkan infrastruktur yang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Talun.
Danramil 0810/15 Rejoso, Kapten Arm Winarto, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud nyata pengabdian dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, kami berharap pengerjaan Jembatan Garuda ini dapat segera selesai dengan hasil maksimal. Semoga keberadaan jembatan ini nantinya memberikan manfaat besar bagi masyarakat, khususnya dalam memperlancar akses transportasi dan menunjang aktivitas sehari-hari,” ungkap Kapten Arm Winarto.
Masyarakat Desa Talun menyambut baik pembangunan Jembatan Garuda tersebut. Warga berharap jembatan ini dapat mempermudah mobilitas, memperlancar akses transportasi, serta mendukung kegiatan perekonomian masyarakat.
Dengan capaian 98 persen, pembangunan Jembatan Garuda kini tinggal menyelesaikan tahap akhir. Capaian tersebut tidak lepas dari kerja sama dan dukungan masyarakat yang bersama-sama berkontribusi dalam proses pembangunan.
Komandan Kodim 0810/Nganjuk, Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., mengapresiasi semangat gotong royong yang ditunjukkan anggota Koramil bersama masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat merupakan bagian dari pengabdian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat.
“Pembangunan ini menjadi bukti bahwa kekuatan TNI tidak terlepas dari dukungan dan kebersamaan rakyat. Dengan gotong royong, kita dapat mewujudkan pembangunan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Dandim.
Jembatan Garuda Desa Talun bukan sekadar bangunan penghubung, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan, kepedulian, dan semangat perjuangan antara TNI dan rakyat. Dari kerja keras bersama inilah tumbuh harapan baru bagi kelancaran aktivitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
TNI bersama rakyat, bergotong royong membangun negeri. Kemanunggalan semakin kokoh, pembangunan semakin nyata, dan manfaatnya kembali untuk rakyat.




















