Tanamkan Jiwa Nasionalisme, Babinsa Nglawak Berikan Pembinaan Wawasan Kebangsaan kepada Santri Ponpes Miftahul Ula Kertosono

Nganjuk – Dalam upaya membentuk generasi muda yang berkarakter, berjiwa nasionalis, serta memiliki rasa cinta tanah air, Babinsa Desa Nglawak Koramil 0810/06 Kertosono Kodim 0810/Nganjuk, Serka Harianto, melaksanakan kegiatan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil) melalui komunikasi sosial (Komsos) dan pemberian wawasan kebangsaan kepada para santri Pondok Pesantren Miftahul Ula Kertosono, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD dalam memperkuat hubungan dengan seluruh elemen masyarakat, khususnya lingkungan pendidikan keagamaan, sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi penerus bangsa sejak dini.

Dalam kesempatan tersebut, Serka Harianto memberikan arahan dan motivasi kepada para santri agar senantiasa memiliki semangat belajar, kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia menegaskan bahwa santri memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Selain memperdalam ilmu agama, para santri juga diharapkan mampu menjadi generasi yang memiliki wawasan kebangsaan, berakhlak mulia, serta turut menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Santri merupakan aset bangsa dan generasi penerus yang memiliki peran penting dalam menjaga masa depan Indonesia. Selain memperdalam ilmu agama, adik-adik harus memiliki semangat nasionalisme, cinta tanah air, menjaga persatuan dan kesatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila dan keutuhan NKRI. Jadilah santri yang berakhlak mulia, disiplin, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Serka Harianto.

Selain memberikan materi wawasan kebangsaan, Babinsa juga mengingatkan para santri agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan pondok pesantren, menghindari pergaulan negatif, serta menjauhi penyalahgunaan narkoba dan berbagai perilaku yang dapat merusak masa depan generasi muda.

Menurutnya, pembentukan karakter generasi muda tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal dan keagamaan, tetapi juga membutuhkan pembinaan moral, kedisiplinan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kehadiran Babinsa di lingkungan pondok pesantren tersebut mendapat sambutan positif dari pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ula Kertosono. Pihak pesantren menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta kepedulian TNI melalui kegiatan pembinaan kepada para santri.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Babinsa yang telah meluangkan waktu untuk memberikan motivasi dan wawasan kebangsaan kepada para santri. Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam membentuk karakter santri agar tidak hanya religius, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air dan semangat menjaga persatuan bangsa,” ungkap pengasuh pondok pesantren.

Sementara itu, Komandan Kodim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan Yudha Bhakti, S.I.P., S.T., menegaskan bahwa pembinaan wawasan kebangsaan kepada generasi muda merupakan bagian penting dari pembinaan teritorial TNI AD.

Melalui peran Babinsa di wilayah binaan, diharapkan terjalin komunikasi dan kerja sama yang semakin erat antara TNI, lembaga pendidikan, tokoh agama, serta masyarakat dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berdisiplin, dan memiliki semangat nasionalisme.

Kegiatan Bintahwil yang dilaksanakan Babinsa Desa Nglawak tersebut berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh keakraban. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat serta sinergi antara TNI dan kalangan ulama dalam menjaga persatuan, memperkuat nilai kebangsaan, dan mewujudkan generasi penerus bangsa yang cinta NKRI.