Semangat Gotong Royong, TNI Bersama Warga Kebut Pengecoran Jembatan Merah Putih di Sumberwindu

NGANJUK – Proses pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Sumberwindu, Kecamatan Berbek, Kabupaten Nganjuk, terus berjalan. Salah satu tahapan pekerjaan yang dilaksanakan saat ini adalah pengecoran bagian konstruksi jembatan yang dikerjakan secara bersama-sama oleh personel TNI dan masyarakat.

Kegiatan pengecoran berlangsung dengan suasana penuh kebersamaan. Personel TNI bersama warga dan pekerja saling bahu-membahu menyiapkan material, mengolah adonan cor, mengangkut material menuju titik pengecoran, hingga meratakan bagian yang telah dicor.

Pekerjaan dilakukan secara manual dengan memanfaatkan peralatan yang tersedia di lokasi. Meskipun demikian, semangat para pekerja tetap terlihat dalam menyelesaikan setiap tahapan pekerjaan.

Keberadaan Jembatan Merah Putih di wilayah Desa Sumberwindu diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung yang lebih baik. Jembatan tersebut nantinya diharapkan mampu menunjang aktivitas warga serta memperlancar mobilitas masyarakat di wilayah sekitar.

TNI Hadir di Tengah Masyarakat

Keterlibatan personel TNI dalam proses pembangunan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan tugas kewilayahan sekaligus upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Di lokasi, personel TNI tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi turut terlibat langsung dalam pekerjaan bersama masyarakat. Kondisi tersebut menciptakan suasana kerja yang penuh kekeluargaan dan gotong royong.

Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan mengatakan, pembangunan fasilitas masyarakat membutuhkan dukungan dan kebersamaan seluruh pihak.

“Pembangunan Jembatan Merah Putih ini menjadi salah satu bentuk kebersamaan. TNI bersama masyarakat dapat saling membantu dalam menyelesaikan pekerjaan di lapangan. Semangat seperti ini perlu terus dipelihara karena gotong royong merupakan kekuatan dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan,” ujar Letkol Arh M. Taufan.

Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam pembangunan memiliki arti penting karena masyarakat merupakan bagian yang akan merasakan manfaat secara langsung dari keberadaan jembatan tersebut.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Harapannya, proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga selesai dan nantinya jembatan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” lanjutnya.

Pekerjaan Dilaksanakan Secara Bertahap

Dalam proses pengecoran, para pekerja terlebih dahulu menyiapkan material berupa semen, pasir dan batu sebagai bahan konstruksi. Material kemudian dicampur dan diolah sebelum dibawa menuju bagian jembatan yang akan dilakukan pengecoran.

Personel TNI bersama masyarakat terlihat bekerja secara berkelompok untuk mempercepat proses pekerjaan. Pembagian tugas dilakukan secara sederhana agar setiap material yang telah disiapkan dapat segera digunakan.

Selain mengejar penyelesaian pekerjaan, faktor keselamatan juga menjadi perhatian selama kegiatan berlangsung. Para pekerja diharapkan tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar serta menggunakan peralatan kerja dengan baik.

Perkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat

Pembangunan Jembatan Merah Putih tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menjadi momentum mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

Melalui kegiatan bersama tersebut, komunikasi antara aparat kewilayahan dengan warga dapat terus terjalin. Kehadiran TNI di tengah masyarakat juga diharapkan mampu menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di wilayah.

Dengan dilaksanakannya pengecoran secara bertahap, pembangunan Jembatan Merah Putih di Desa Sumberwindu diharapkan terus mengalami kemajuan hingga dapat diselesaikan sesuai rencana.

Semangat gotong royong antara TNI, pekerja dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih, sekaligus menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat di wilayah Kabupaten Nganjuk.