Pembangunan Masjid Al Husayn Terus Berpacu, TNI dan Warga Bahu-Membahu Capai Progres 34,5 Persen

Ngluyu, Nganjuk – Pembangunan Masjid Al Husayn yang berada di Dukuh Bogorjo, Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, terus menunjukkan perkembangan. Hingga pelaksanaan kegiatan terbaru, kemajuan fisik atau Lapjusik pembangunan telah mencapai 34,5 persen.

Di bawah penanggung jawab pelaksana lapangan Bapak Untung, proses pembangunan terus dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan unsur TNI, perangkat desa, tukang/kuli dan masyarakat. Semangat gotong royong terlihat dalam setiap pekerjaan, menjadi kekuatan utama untuk mempercepat terwujudnya rumah ibadah yang nantinya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Tiga Pekerjaan Utama Terus Dikebut

Pada tahap pembangunan kali ini, sejumlah pekerjaan dilaksanakan secara bersamaan. Personel di lapangan mengerjakan pemasangan kusen pintu utama, pemasangan bata hebel serta perakitan besi sebagai bagian dari tahapan pembangunan konstruksi Masjid Al Husayn.

Pemasangan kusen pintu utama mulai memberikan bentuk yang semakin jelas terhadap bangunan masjid. Sementara itu, pemasangan bata hebel terus dilakukan untuk melanjutkan pembentukan dinding bangunan.

Di sisi lain, pekerjaan perakitan besi juga terus dikerjakan sebagai bagian dari persiapan konstruksi. Setiap pekerjaan dilakukan secara bersama-sama dengan tetap memperhatikan tahapan pembangunan yang telah direncanakan.

41 Orang Bergotong Royong di Lokasi

Semangat kebersamaan begitu terasa di lokasi pembangunan. Sebanyak 41 orang terlibat dalam pengerjaan, terdiri dari:

  • TNI: 3 orang
  • Perangkat desa: 1 orang
  • Tukang/kuli: 6 orang
  • Masyarakat: 18 orang

Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses pembangunan Masjid Al Husayn. Warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut memberikan tenaga dan perhatian secara langsung demi terwujudnya fasilitas ibadah yang dibutuhkan bersama.

Kehadiran personel TNI bersama masyarakat juga mencerminkan semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Gotong royong yang terjalin di lokasi pembangunan menjadi gambaran bahwa pembangunan fasilitas umum dapat dikerjakan dengan kebersamaan dan kepedulian.

Progres 34,5 Persen, Masjid Mulai Menampakkan Bentuknya

Dengan capaian fisik sebesar 34,5 persen, pembangunan Masjid Al Husayn terus memasuki tahapan demi tahapan. Pekerjaan pemasangan kusen, bata hebel dan perakitan besi menjadi bagian dari proses untuk menyempurnakan struktur serta bentuk bangunan.

Setiap perkembangan pembangunan menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Sugihwaras dan sekitarnya. Masjid tersebut nantinya diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi sarana berkumpul dan mempererat hubungan sosial masyarakat.

Dandim 0810/Nganjuk: Gotong Royong Menjadi Kekuatan Pembangunan

Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M Taufan menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan fasilitas masyarakat merupakan bagian dari pengabdian sekaligus pembinaan teritorial.

“Pembangunan Masjid Al Husayn ini menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan masyarakat. TNI hadir bersama warga untuk membantu proses pembangunan sehingga manfaatnya nanti dapat dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, capaian progres pembangunan yang terus meningkat tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak.

“Kami mengapresiasi masyarakat, perangkat desa dan seluruh pihak yang terus memberikan dukungan. Kebersamaan seperti ini harus terus dipelihara karena pembangunan akan lebih kuat ketika dikerjakan secara bersama-sama,” kata Letkol ARH M Taufan.

Dandim juga berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik hingga selesai.

“Semoga pembangunan Masjid Al Husayn berjalan lancar sampai tahap akhir dan nantinya dapat digunakan masyarakat sebagai tempat ibadah serta kegiatan sosial kemasyarakatan,” pungkasnya.

Dengan progres 34,5 persen, pembangunan Masjid Al Husayn di Dukuh Bogorjo, Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, terus bergerak. Tiga unsur utama pekerjaan—pemasangan kusen pintu utama, pemasangan bata hebel dan perakitan besi—dikerjakan bersama dalam suasana gotong royong.

Dari tangan TNI dan rakyat, sedikit demi sedikit bangunan Masjid Al Husayn terus berdiri. Gotong royong menjadi tenaga, kebersamaan menjadi kekuatan, dan pembangunan terus melangkah menuju masjid yang dinantikan masyarakat.