Nganjuk – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat terus terlihat dalam proses pembangunan Masjid Al Husayn yang berada di Dukuh Bogorjo, Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk. Pembangunan sarana ibadah tersebut terus dikerjakan secara bertahap dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari personel TNI, perangkat desa, tukang hingga masyarakat setempat.
Berdasarkan hasil pemantauan kemajuan fisik atau Lapjusik, progres pembangunan Masjid Al Husayn saat ini mencapai 4 persen. Pekerjaan di lapangan dilaksanakan dengan penanggung jawab pelaksana, Bapak Untung, yang mengoordinasikan jalannya pekerjaan bersama seluruh personel yang terlibat.
Pada tahap pekerjaan kali ini, kegiatan difokuskan pada sejumlah pekerjaan struktur dasar bangunan. Pekerjaan tersebut meliputi pemasangan bekisting sloof pondasi, pengecoran sloof pondasi, serta pengurukan bagian dalam pondasi.
Pemasangan bekisting sloof pondasi dilakukan sebagai tahapan persiapan sebelum proses pengecoran. Setelah bekisting dinilai siap, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran sloof pondasi sebagai bagian dari struktur dasar bangunan.
Selain itu, dilakukan pula pengurukan pada bagian dalam pondasi. Pekerjaan tersebut dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi serta kebutuhan pembangunan di lapangan.
Dalam pelaksanaannya, semangat kebersamaan menjadi salah satu kekuatan utama. Sebanyak 6 personel TNI, 1 orang perangkat desa, 6 orang tukang/kuli, serta 21 orang masyarakat turut dikerahkan untuk mendukung pekerjaan pembangunan.
Keterlibatan masyarakat dalam jumlah cukup besar menunjukkan tingginya kepedulian dan semangat gotong royong warga terhadap pembangunan fasilitas ibadah di lingkungannya. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi ikut terlibat secara langsung dalam proses pembangunan.
Kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat. Dengan turun langsung bersama warga, personel TNI dapat membangun komunikasi sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dalam menyelesaikan pekerjaan yang memberikan manfaat bagi kepentingan bersama.
Pembangunan Masjid Al Husayn diharapkan nantinya dapat menjadi sarana ibadah yang representatif bagi masyarakat Dukuh Bogorjo dan sekitarnya. Selain digunakan untuk pelaksanaan ibadah, masjid diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Pembangunan yang dilakukan secara bertahap tersebut terus dipantau untuk mengetahui perkembangan pekerjaan sekaligus memastikan setiap tahapan dapat berjalan dengan baik. Progres sebesar 4 persen menjadi bagian awal dari rangkaian pembangunan yang masih akan terus berlanjut hingga seluruh pekerjaan selesai.
Dandim 0810/Nganjuk: Gotong Royong Menjadi Kekuatan Utama
Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M. Taufan mengapresiasi semangat kebersamaan antara personel TNI, perangkat desa, pekerja dan masyarakat yang terlibat dalam pembangunan Masjid Al Husayn.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam pembangunan merupakan bentuk nyata kepedulian warga terhadap fasilitas yang nantinya akan digunakan dan dimanfaatkan bersama.
“Semangat gotong royong seperti ini harus terus dipelihara. Ketika TNI, pemerintah desa, pekerja dan masyarakat dapat bekerja bersama, pekerjaan yang berat akan terasa lebih ringan dan hubungan kebersamaan juga semakin kuat,” ujar Letkol ARH M. Taufan.
Dandim menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya dalam kegiatan yang berkaitan dengan pertahanan dan keamanan, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami ingin keberadaan personel TNI di wilayah benar-benar memberikan manfaat. Melalui kegiatan seperti ini, selain membantu pekerjaan pembangunan, kita juga memperkuat komunikasi sosial dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.
Letkol ARH M. Taufan juga mengingatkan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara bertahap, terkoordinasi dan memperhatikan aspek pekerjaan di lapangan.
“Setiap tahapan pembangunan harus dikerjakan dengan baik dan penuh tanggung jawab. Progres yang ada harus terus dipantau sehingga pembangunan dapat berjalan sesuai dengan tahapan yang telah direncanakan,” tambah Dandim.
Lebih lanjut, Dandim berharap partisipasi masyarakat dapat terus dipertahankan sampai pembangunan Masjid Al Husayn selesai. Menurutnya, masjid yang dibangun dengan semangat kebersamaan nantinya diharapkan tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi juga




















