Nganjuk – Prajurit Yonif TP 933/Macan Wilis bersama unsur TNI-Polri, Damkar, BPBD/Manggala Agni dan masyarakat melaksanakan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jumat (18/9/2026).
Kebakaran diketahui telah terjadi sejak sekitar dua hari sebelumnya dan membakar sejumlah titik kawasan hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Sawahan, khususnya di kawasan puncak Gunung Wilis.
Berdasarkan informasi sementara yang diperoleh dari lapangan, kebakaran diduga bermula dari ranting-ranting kering yang bergesekan. Kondisi vegetasi yang kering serta hembusan angin yang cukup kencang kemudian menyebabkan api dengan cepat merambat dan membakar vegetasi di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, personel gabungan segera dikerahkan untuk melaksanakan upaya pemadaman dan pengendalian api. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mencegah kobaran api meluas serta mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api baru.
400 PERSONEL GABUNGAN DILIBATKAN
Dalam penanganan Karhutla tersebut, sekitar 400 personel gabungan diterjunkan ke sejumlah titik lokasi. Personel bersama masyarakat melaksanakan pemadaman secara manual, pengendalian jalur rambatan api, serta pemantauan terhadap titik-titik yang berpotensi kembali terbakar.
Adapun penanganan dilakukan pada empat lokasi, yaitu Ngrangkok, Ngunut, Lungur Cilik Sedepok, dan Candi Laras.
Pelaksanaan pemadaman dihadapkan pada kondisi medan kawasan Gunung Wilis yang cukup berat, kontur wilayah yang sulit dijangkau, vegetasi yang relatif kering, serta kondisi angin yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi dan kerja sama yang baik dari seluruh unsur yang terlibat.
Prajurit Yonif TP 933/Macan Wilis bersama unsur lainnya terus melaksanakan koordinasi dalam menentukan langkah penanganan di lapangan. Setiap personel dikerahkan sesuai tugas dan tanggung jawabnya dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan selama pelaksanaan kegiatan.
SINERGITAS TNI-POLRI DAN MASYARAKAT
Penanganan Karhutla tersebut menunjukkan kuatnya sinergitas antara aparat dan masyarakat dalam menghadapi bencana. Unsur TNI, Polri, Damkar, BPBD/Manggala Agni serta masyarakat secara bersama-sama melaksanakan upaya pemadaman dan pengendalian api.
Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses penanganan, khususnya dalam membantu memberikan informasi mengenai perkembangan titik api serta mendukung personel di lapangan.
Sinergitas lintas sektor tersebut diharapkan dapat mempercepat proses pengendalian kebakaran sekaligus meminimalkan potensi meluasnya area terdampak.
UTAMAKAN KESELAMATAN DAN CEGAH PERLUASAN API
Dalam pelaksanaan penanganan Karhutla, seluruh personel tetap mengutamakan faktor keselamatan, mengingat kondisi medan yang cukup berat dan karakteristik kebakaran di kawasan hutan yang dapat berubah akibat arah dan kecepatan angin.
Selain melakukan pemadaman, personel juga melaksanakan pemantauan terhadap area yang telah ditangani guna mengantisipasi munculnya kembali bara atau titik api.
Yonif TP 933/Macan Wilis berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemerintah daerah dan unsur terkait dalam penanggulangan bencana serta membantu masyarakat yang berada di wilayah tugasnya.
Kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kesiapsiagaan dan kepedulian prajurit Yonif TP 933/Macan Wilis dalam membantu mengatasi permasalahan yang terjadi di wilayah, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Melalui kerja sama dan sinergitas seluruh unsur, diharapkan penanganan Karhutla dapat dilaksanakan secara optimal serta potensi meluasnya kebakaran dapat diminimalkan.
