Babinsa Turun Tangan! Selokan Rusak di Guyangan Diperbaiki, TNI dan Warga Bersatu Cegah Banjir

Nganjuk – Kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan semangat membangun kebersamaan dengan masyarakat kembali ditunjukkan jajaran TNI AD. Babinsa Koramil 0810-02/Nganjuk, Serda M. Suryawanto, turun langsung membantu warga melaksanakan karya bakti perbaikan selokan di wilayah Kelurahan Guyangan, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan karya bakti tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap kondisi lingkungan di wilayah binaannya. Bersama masyarakat, Serda M. Suryawanto tidak hanya memberikan pendampingan, tetapi turut terjun langsung dalam pekerjaan perbaikan selokan.

Dengan menggunakan peralatan kerja yang tersedia, Babinsa bersama warga bahu-membahu melakukan perbaikan pada bagian selokan yang mengalami kerusakan. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara gotong royong dengan mengedepankan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat mendapat sambutan positif dari warga. Suasana gotong royong terlihat semakin hidup ketika masyarakat dan Babinsa bekerja bersama tanpa membedakan latar belakang. Bagi warga, kehadiran aparat kewilayahan tersebut menjadi motivasi tersendiri untuk ikut berperan aktif menjaga serta memperbaiki fasilitas lingkungan.

Serda M. Suryawanto mengatakan, karya bakti bersama masyarakat merupakan salah satu implementasi metode pembinaan teritorial yang harus dilaksanakan secara berkesinambungan. Melalui kegiatan tersebut, Babinsa dapat semakin dekat dengan masyarakat sekaligus mengetahui secara langsung berbagai kondisi dan persoalan yang ada di wilayah binaannya.

“Karya bakti ini adalah bagian dari bentuk kepedulian Babinsa terhadap wilayah binaan. Tentu kegiatan ini juga dapat dijadikan sebagai media untuk komunikasi dan silaturahmi kepada masyarakat,” ujar Serda M. Suryawanto.

Menurutnya, kegiatan sederhana seperti perbaikan selokan memiliki manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. Selain memperbaiki sarana lingkungan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kembali semangat gotong royong yang menjadi salah satu kekuatan masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan.

Serda M. Suryawanto menambahkan, karya bakti tersebut sekaligus menjadi sarana untuk meningkatkan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan masyarakat serta mendukung pemberdayaan wilayah binaan.

“Dengan terjalinnya komunikasi dan kebersamaan yang baik antara Babinsa dengan masyarakat, berbagai permasalahan yang ada di wilayah dapat diketahui lebih cepat dan dicarikan solusi secara bersama-sama,” tambahnya.

Ia berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti hanya pada perbaikan selokan, tetapi dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan dan kondisi lingkungan. Kesadaran masyarakat untuk menjaga saluran air juga sangat diperlukan agar fasilitas yang telah diperbaiki dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan.

Bagi Babinsa, berada di tengah masyarakat merupakan bagian dari tugas kewilayahan. Tidak hanya hadir ketika terjadi persoalan atau kondisi darurat, Babinsa juga dituntut mampu membangun kedekatan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, termasuk karya bakti dan gotong royong.

Salah satu warga yang mengikuti kegiatan tersebut mengaku senang dengan kehadiran Babinsa yang ikut turun langsung membantu masyarakat.

“Kami sangat senang dan berterima kasih dengan kehadiran Babinsa. Dengan adanya Babinsa, pekerjaan terasa lebih ringan dan masyarakat juga semakin semangat untuk bekerja bersama,” ungkap warga.

Kebersamaan antara Babinsa dan masyarakat tersebut mencerminkan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui kegiatan gotong royong, hubungan emosional antara aparat kewilayahan dengan masyarakat dapat terus terpelihara dan semakin erat.

Dandim 0810/Nganjuk: Babinsa Harus Hadir dan Menjadi Bagian dari Solusi

Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M. Taufan menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bagian penting dari pelaksanaan tugas pembinaan teritorial.

Menurutnya, Babinsa harus mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat serta memiliki kepedulian terhadap berbagai kondisi yang terjadi di wilayah binaannya.

“Babinsa merupakan ujung tombak satuan kewilayahan. Kehadirannya harus mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk melalui kegiatan gotong royong dan karya bakti seperti yang dilakukan di Kelurahan Guyangan,” tegas Letkol ARH M. Taufan.

Dandim menambahkan bahwa karya bakti bukan semata-mata persoalan menyelesaikan pekerjaan fisik, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persatuan, kepedulian sosial dan semangat gotong royong masyarakat.

“Kegiatan seperti ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Ketika Babinsa bersama masyarakat turun langsung bekerja, di situlah terbangun komunikasi, kebersamaan dan rasa saling memiliki terhadap lingkungan,” ujarnya.

Letkol ARH M. Taufan juga mengapresiasi masyarakat yang tetap mempertahankan budaya gotong royong. Menurutnya, semangat tersebut merupakan modal sosial yang sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan tangguh.

“Kami berharap semangat gotong royong terus dipertahankan. TNI hadir bukan untuk menggantikan peran masyarakat, tetapi bersama-sama masyarakat membantu mengatasi kesulitan dan mendorong tumbuhnya kemandirian di wilayah,” pungkas Dandim 0810/Nganjuk.

Melalui karya bakti tersebut, Koramil 0810-02/Nganjuk menunjukkan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Perbaikan selokan di Kelurahan Guyangan menjadi salah satu gambaran nyata bahwa kebersamaan antara TNI dan rakyat tidak hanya terjalin dalam kegiatan formal, tetapi juga tumbuh melalui pekerjaan sederhana yang dilakukan bersama demi kepentingan lingkungan dan masyarakat.