Nganjuk – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah binaan, Babinsa Desa Bajang Koramil 0810/20 Ngluyu Kodim 0810/Nganjuk, Serma Kusminto, melaksanakan kegiatan pendampingan pertanian dengan membantu proses perontokan hasil panen jagung milik Sunarko (48), anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Sendang Soko, di Desa Bajang, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, Selasa (09/06/2026).
Kegiatan pendampingan tersebut merupakan bagian dari program Hanpangan (Ketahanan Pangan) yang secara rutin dan berkesinambungan dilaksanakan oleh Babinsa sebagai bentuk dukungan TNI AD terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Kehadiran Babinsa di tengah para petani tidak hanya sebatas melakukan pendampingan saat masa tanam, tetapi juga hingga proses panen dan pasca panen guna memastikan hasil pertanian dapat memberikan manfaat maksimal bagi petani.
Sejak pagi hari, Serma Kusminto tampak turut membantu proses perontokan jagung bersama pemilik lahan dan anggota kelompok tani. Dengan penuh semangat, Babinsa membaur bersama masyarakat, menunjukkan bahwa TNI selalu hadir di tengah rakyat untuk membantu berbagai aktivitas yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Menurut Serma Kusminto, kegiatan pendampingan pertanian merupakan salah satu tugas pembinaan teritorial yang bertujuan memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan di wilayah.
“Pendampingan kepada petani ini kami lakukan secara berkelanjutan mulai dari pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan hingga masa panen. Melalui kegiatan seperti ini, kami dapat mengetahui secara langsung kondisi pertanian di lapangan, termasuk perkembangan harga hasil panen maupun kendala yang dihadapi petani,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang terjalin secara intensif dengan para petani sangat penting untuk mendukung keberhasilan program ketahanan pangan. Dengan sering turun ke lapangan, Babinsa dapat segera mengetahui apabila terdapat permasalahan seperti serangan hama, kesulitan pupuk, faktor cuaca, hingga kendala pemasaran hasil panen sehingga dapat dikoordinasikan dengan instansi terkait untuk mencari solusi terbaik.
“Keberhasilan petani dalam meningkatkan hasil panen merupakan bagian penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Karena itu kami akan terus hadir memberikan motivasi dan pendampingan agar para petani tetap semangat dalam mengelola lahan pertaniannya,” tambahnya.
Sementara itu, Sunarko selaku pemilik lahan jagung menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan Babinsa kepada para petani di Desa Bajang.
“Kami merasa sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang selalu mendampingi kami. Tidak hanya saat panen, tetapi sejak awal proses tanam hingga sekarang. Kehadiran Babinsa memberikan semangat dan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan hasil pertanian,” ungkapnya.
Menurutnya, pendampingan yang dilakukan Babinsa menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya berperan menjaga keamanan wilayah, tetapi juga aktif membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana komunikasi sosial yang efektif antara Babinsa dengan warga binaan. Melalui interaksi yang terjalin secara langsung, berbagai informasi dan aspirasi masyarakat dapat diserap dengan cepat sehingga mendukung pelaksanaan tugas pembinaan teritorial di wilayah.
Selain membantu petani, kegiatan pendampingan panen jagung ini juga bertujuan untuk mendorong pemanfaatan lahan pertanian secara optimal guna meningkatkan produktivitas dan mendukung program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Dandim 0810/Nganjuk Letkol Arh M. Taufan memberikan apresiasi atas dedikasi Babinsa yang terus aktif mendampingi petani di wilayah binaan sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.
“Ketahanan pangan merupakan salah satu program prioritas nasional yang membutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa. Kehadiran Babinsa di tengah petani menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam mendukung keberhasilan sektor pertanian sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Dandim.
Lebih lanjut, Letkol Arh M. Taufan menegaskan bahwa Babinsa harus mampu menjadi motivator, pendamping, sekaligus problem solver bagi masyarakat di wilayah binaannya.
“Saya menginstruksikan kepada seluruh Babinsa jajaran Kodim 0810/Nganjuk agar terus aktif melaksanakan pendampingan kepada petani. Dengan turun langsung ke lapangan, Babinsa dapat mengetahui berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dan membantu mencarikan solusi bersama instansi terkait. Keberhasilan petani adalah keberhasilan kita bersama dalam menjaga ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Menurut Dandim, sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dinas pertanian, kelompok tani, dan seluruh masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Melalui kegiatan pendampingan panen jagung ini, diharapkan produktivitas pertanian masyarakat Desa Bajang terus meningkat, kesejahteraan petani semakin baik, serta terwujud ketahanan pangan yang kuat demi mendukung pembangunan nasional dan kesejahteraan rakyat.
