NGANJUK – Kepulan asap tebal disertai kobaran api yang terlihat jelas dari sebuah rumpun bambu memicu perhatian warga dan aparat kewilayahan. Menyadari kondisi tersebut berpotensi membahayakan lingkungan sekitar, Babinsa Koramil 0810/15 Rejoso Serda Marianto segera bergerak dan berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk melakukan penanganan.
Kebakaran pada rumpun bambu tersebut menjadi perhatian serius, terlebih kondisi tanaman yang kering di tengah musim kemarau membuat api berpotensi dengan cepat menjalar ke area di sekitarnya.
Setelah petugas Damkar tiba di lokasi, Babinsa bersama personel Damkar langsung bergerak melakukan upaya pemadaman. Penanganan dilakukan secara cepat dan terarah dengan tujuan utama mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke area lain yang dapat membahayakan masyarakat maupun lingkungan.
Serda Marianto turut membantu pengamanan di sekitar lokasi. Masyarakat yang berada di sekitar titik kebakaran diarahkan untuk tidak mendekati area api sehingga proses pemadaman dapat berlangsung dengan aman dan tidak menimbulkan risiko tambahan.
Koordinasi antara Babinsa dan petugas Damkar terus dilakukan selama proses pemadaman. Dukungan masyarakat sekitar juga turut membantu kelancaran penanganan hingga kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan.
Setelah api dinyatakan padam, petugas bersama Babinsa melakukan pengecekan kembali di sekitar lokasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.
Babinsa Bergerak Cepat Saat Api Mengancam Lingkungan
Babinsa Serda Marianto mengatakan, keterlibatan dirinya dalam penanganan kebakaran merupakan bagian dari tugas kewilayahan sekaligus bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat.
“Ketika terjadi kejadian seperti ini, kita harus bergerak cepat. Kami bersama petugas Damkar berupaya agar api segera dipadamkan sehingga tidak meluas dan membahayakan warga maupun lingkungan sekitar,” ungkap Serda Marianto.
Menurutnya, kondisi rumpun bambu yang kering harus menjadi perhatian masyarakat, terutama ketika memasuki musim kemarau. Bahan-bahan kering di sekitar rumpun bambu dapat menjadi media yang mudah terbakar apabila terkena sumber api.
Karena itu, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah secara sembarangan maupun membuang puntung rokok di lokasi yang terdapat rumput, daun, ranting atau tanaman kering.
Danramil Rejoso: Babinsa Harus Tanggap Terhadap Kejadian di Wilayah
Sementara itu, Danramil 0810/15 Rejoso Kapten Arm Winarto menegaskan bahwa Babinsa sebagai ujung tombak satuan di wilayah harus senantiasa peka terhadap kondisi lingkungan dan tanggap terhadap setiap kejadian yang dapat mengancam keselamatan masyarakat.
“Babinsa merupakan ujung tombak satuan di wilayah. Kehadiran Babinsa dalam membantu penanganan kebakaran merupakan wujud kepedulian terhadap keselamatan masyarakat sekaligus bentuk sinergi dengan instansi terkait,” ujarnya.
Kapten Arm Winarto juga menekankan pentingnya koordinasi cepat antara Babinsa, Damkar, pemerintah desa dan masyarakat apabila terjadi kebakaran di wilayah binaan.
“Penanganan kebakaran membutuhkan kecepatan dan sinergi. Dengan koordinasi yang baik, api dapat segera dikendalikan sehingga risiko meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar dapat diminimalkan,” tambahnya.
Cegah Api Meluas, Jaga Lingkungan Bersama
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap potensi kebakaran harus ditingkatkan, khususnya selama musim kemarau. Rumpun bambu, semak belukar, rumput dan dedaunan kering dapat dengan mudah terbakar ketika terkena sumber api.
Kesigapan Babinsa bersama petugas Damkar dan dukungan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah kobaran api berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
Kehadiran Serda Marianto di lokasi juga menunjukkan peran Babinsa dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat sekaligus memperkuat sinergitas antara TNI, Damkar dan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama, potensi kebakaran di wilayah dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat serta lingkungan tetap terjaga.
