Api Membesar di Rumpun Bambu Joho, Babinsa dan Damkar Bergerak Cepat Cegah Kobaran Meluas
Nganjuk – Kobaran api menghanguskan rumpun bambu milik warga di RT 003 RW 013, Dusun Dampit, Desa Joho, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Minggu (13/9/2026). Kebakaran tersebut terjadi setelah pemilik rumpun bambu, Moh. Shihabfudin (26 tahun), membakar sampah di sekitar lokasi.
Peristiwa bermula sekitar pukul 08.30 WIB, ketika Moh. Shihabfudin melaksanakan pembakaran sampah di dekat rumpun bambu miliknya. Diduga akibat api pembakaran sampah yang kemudian menjalar ke rumpun bambu, kobaran api dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Melihat api semakin membesar dan tidak mampu dipadamkan secara mandiri, pemilik kemudian segera meminta bantuan Pemadam Kebakaran (Damkar) sekaligus menginformasikan kejadian tersebut kepada Babinsa Desa Joho, Kopda Agung W.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti. Upaya penanganan dilakukan untuk mencegah kobaran api semakin meluas dan merambat ke lingkungan di sekitar lokasi kejadian.
Sekitar pukul 09.00 WIB, sebanyak dua unit mobil Pemadam Kebakaran tiba di lokasi. Petugas Damkar kemudian langsung melakukan pemadaman terhadap rumpun bambu yang terbakar.
Dalam proses pemadaman, petugas Damkar dibantu oleh Babinsa dan warga sekitar. Dengan mengerahkan dua unit kendaraan pemadam serta dukungan masyarakat, petugas berupaya melokalisasi kobaran api agar tidak merambat ke area lain.
Kondisi rumpun bambu yang mudah terbakar membuat proses pemadaman harus dilakukan secara cermat. Babinsa bersama warga turut membantu petugas di lapangan sekaligus melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar proses pemadaman dapat berlangsung dengan aman.
Setelah dilakukan penanganan selama kurang lebih dua jam, sekitar pukul 10.55 WIB, api akhirnya berhasil dipadamkan. Seluruh rangkaian penanganan kebakaran dapat berjalan dengan aman dan lancar.
Dari kejadian tersebut, tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Kerugian materiil berupa rumpun bambu milik Moh. Shihabfudin yang terbakar.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melakukan pembakaran sampah, terutama apabila berada di dekat tanaman kering, rumpun bambu maupun material lain yang mudah terbakar.
Babinsa Desa Joho, Kopda Agung W., juga mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan api pembakaran sampah sebelum benar-benar dipastikan padam. Terlebih pada kondisi lingkungan yang terdapat bahan-bahan mudah terbakar, api dapat dengan cepat menjalar dan menimbulkan kebakaran.
Kehadiran Babinsa dalam penanganan kejadian tersebut merupakan bagian dari tugas kewilayahan dalam membantu masyarakat serta berkoordinasi dengan unsur terkait ketika terjadi bencana atau kejadian yang membutuhkan penanganan cepat.

Dandim 0810/Nganjuk Ingatkan Warga Waspadai Pembakaran Sampah
Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M. Taufan mengapresiasi respons cepat Babinsa bersama petugas Damkar dan masyarakat dalam menangani kebakaran tersebut.
Menurutnya, koordinasi dan kecepatan dalam penanganan kejadian kebakaran sangat penting untuk mencegah api semakin meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
“Kami mengapresiasi respons cepat Babinsa bersama petugas Damkar dan masyarakat dalam membantu menangani kebakaran. Sinergi seperti ini sangat penting, terutama ketika terjadi kejadian yang membutuhkan penanganan secara cepat di wilayah,” ujar Letkol ARH M. Taufan.
Dandim juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melakukan aktivitas yang berkaitan dengan api, termasuk pembakaran sampah.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak sembarangan melakukan pembakaran sampah, terutama di dekat rumpun bambu, semak-semak, lahan kering maupun benda-benda yang mudah terbakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar apabila tidak diawasi,” tegasnya.
Menurut Letkol ARH M. Taufan, pencegahan merupakan langkah paling penting dalam menghadapi potensi kebakaran. Masyarakat diminta tidak meninggalkan lokasi pembakaran sebelum memastikan api dan bara benar-benar padam.
“Jangan meninggalkan api sebelum benar-benar dipastikan padam. Apabila terjadi kebakaran dan tidak mampu ditangani sendiri, segera menghubungi petugas pemadam kebakaran dan unsur kewilayahan agar dapat dilakukan penanganan secepat mungkin,” tambah Dandim.
Lebih lanjut, Dandim menekankan agar Babinsa terus membangun komunikasi dengan masyarakat dan meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi kejadian di wilayah binaannya.
“Babinsa harus terus hadir dan membangun komunikasi dengan masyarakat. Dengan adanya komunikasi yang baik, informasi mengenai kejadian di wilayah dapat diterima dengan cepat sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan,” pungkas Letkol ARH M. Taufan.
Berkat respons cepat dua unit Damkar, Babinsa Desa Joho dan warga sekitar, kebakaran rumpun bambu di Dusun Dampit tersebut akhirnya dapat dipadamkan pada pukul 10.55 WIB. Tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut, sementara kerugian materiil berupa rumpun bambu milik warga.
Kejadian ini sekaligus menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk senantiasa mengutamakan keselamatan dan kewaspadaan dalam setiap aktivitas yang menggunakan api, sehingga kejadian serupa dapat dicegah dan tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.














