Nganjuk – Pembangunan Masjid Al Husayn yang berada di Dukuh Bogorjo, Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, terus menunjukkan perkembangan. Berdasarkan hasil pemantauan kemajuan fisik atau Lapjusik, progres pembangunan masjid tersebut saat ini telah mencapai 4,8 persen.
Pembangunan yang dilaksanakan secara bertahap tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan sarana ibadah yang lebih representatif bagi masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pembangunan di lapangan dikoordinasikan oleh Bapak Untung selaku penanggung jawab pelaksana lapangan.
Pemantauan terhadap perkembangan pembangunan dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pekerjaan fisik telah dilaksanakan sekaligus memastikan setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan.
Pada tahap pekerjaan saat ini, sejumlah kegiatan konstruksi utama mulai dikerjakan. Salah satu pekerjaan yang dilaksanakan adalah pemasangan bekisting kolom tiang utama sebagai bagian dari persiapan struktur bangunan.
Selain pemasangan bekisting, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran empat kolom tiang utama. Pekerjaan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan karena kolom utama berfungsi sebagai bagian dari struktur penyangga bangunan.
Pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan kesiapan material, tenaga kerja serta kondisi lapangan. Dengan adanya pengawasan dan pemantauan secara berkala, diharapkan setiap pekerjaan dapat terlaksana secara terarah sehingga pembangunan dapat terus mengalami peningkatan progres.
Pembangunan Masjid Al Husayn diharapkan nantinya tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan ibadah bagi masyarakat, tetapi juga dapat menjadi sarana kegiatan keagamaan dan sosial yang memberikan manfaat bagi warga sekitar.
Keberadaan tempat ibadah yang memadai memiliki arti penting bagi masyarakat karena selain menjadi pusat kegiatan keagamaan, masjid juga dapat menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta membangun kebersamaan antarwarga.
Dalam proses pembangunan, dukungan dan partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting. Semangat kebersamaan diharapkan terus terjaga sehingga seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan dengan baik hingga selesai.
Dandim 0810/Nganjuk: Pembangunan Harus Dilaksanakan Bertahap dan Terarah
Sementara itu, Dandim 0810/Nganjuk Letkol ARH M. Taufan menyampaikan bahwa pemantauan terhadap kemajuan fisik pembangunan merupakan bagian penting untuk mengetahui perkembangan pekerjaan di lapangan.
Menurutnya, setiap pembangunan harus dilaksanakan secara bertahap dan terarah dengan memperhatikan aspek teknis serta kondisi pekerjaan di lapangan.
“Setiap perkembangan pembangunan perlu dipantau secara berkala agar kita dapat mengetahui sejauh mana pekerjaan yang sudah dilaksanakan. Dengan pemantauan yang baik, setiap tahapan pekerjaan dapat berjalan secara terarah sesuai dengan rencana,” ujar Letkol ARH M. Taufan.
Dandim juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan Masjid Al Husayn. Menurutnya, pembangunan sarana ibadah merupakan kegiatan yang memiliki manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan keagamaan di wilayah.
“Pembangunan masjid merupakan bagian dari upaya menyediakan sarana ibadah yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap seluruh pihak dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan gotong royong sehingga pembangunan ini dapat berjalan dengan baik sampai selesai,” tambahnya.
Letkol ARH M. Taufan menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh capaian fisik, tetapi juga oleh kerja sama dan kepedulian seluruh pihak yang terlibat.
“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini dilaksanakan dengan baik, bertahap dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Semangat gotong royong harus terus dipelihara karena kebersamaan merupakan kekuatan dalam menyelesaikan setiap pembangunan di wilayah,” tegas Dandim.
Dengan progres fisik yang telah mencapai 4,8 persen, pembangunan Masjid Al Husayn di Dukuh Bogorjo, Dusun Cabean, Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngluyu, diharapkan terus mengalami kemajuan pada tahap-tahap berikutnya.
Jajaran TNI AD melalui aparat kewilayahan akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat serta berbagai pihak terkait dalam mendukung kegiatan pembangunan di wilayah. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat sekaligus mendukung terciptanya fasilitas yang memberikan manfaat bagi masyarakat.














